Studi: Diabetes Tipe 2 Tingkatkan Risiko Disfungsi Ereksi

Sri Yanti Nainggolan 10 Juli 2018 12:56 WIB
diabetes
Studi: Diabetes Tipe 2 Tingkatkan Risiko Disfungsi Ereksi
(Foto: Medical News Today)
Jakarta: Diabetes tipe 2 tak hanya berpengaruh pada tubuh secara keseluruhan, tetapi juga aktvitas seksual dimana gangguan tersebut dapat memicu disfungsi ereksi (DE). 

"DE memiliki prevalensi tinggi pada penderita diabetes dan terjadi pada populasi diabetes usia dini dibandingkan dengan non-diabetes," kata penulis Atul Kakar, Wakil Ketua Sir Ganga Ram Hospital Departemen Kedokteran Sir Ganga Ram Hospital. 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Medicine Research and Practice tersebut memeriksa 225 pria diabetes berusia 18-65 tahun dengan diabetes Tipe 2 dan 50 pria non-diabetes dengan kelompok usia yang sama. Para peneliti menilai tingkat keparahan DE pada kedua kelompok tersebut berdasarkan kuesioner Kuesioner Kesehatan Seksual untuk Pria (SHIM).


Kuesioner SHIM menggunakan lima komponen fungsi seksual yang mencakup ereksi, yaitu orgasme, keinginan untuk berhubungan seks, kepuasan hubungan seksual, dan kepuasan keseluruhan.

Hasilnya, 173 pria diabetes (78,7 persen) memiliki beberapa derajat DE sedangkan prevalensi DE pada kelompok kontrol non-diabetes ditemukan sebanyak 46 persen. 

"Salah satu temuan menarik dari penelitian kami adalah bahwa semakin lama durasi diabetes lebih banyak risiko ED," demikian menurut para peneliti.

Para peneliti juga menemukan bahwa 43,6 persen dari pasien yang terkena diabetes kurang dari dua tahun mengalami DE dengan hanya 3,6 persen mengalami DE berat.

Sementara, partisipan dengan durasi antara 6-10 tahun terkena diabetes, sebanyak 83 persen mengalami DE dengan 10,9 persen mengalami DE berat. Pada pasien dengan durasi diabetes lebih dari 10 tahun, sebesar 78,6 persen mengalami DE dengan 16,4 persen mengalami DE berat.

"Meskipun demikian, kini banyak pilihan pengobatan DE yang lebih aman tersedia untuk perawatan pasien diabetes sehingga pasien perlu melaporkan gejala semacam gangguan tersebut sejak dini untuk manajemen yang efektif," kata Kakar.






(DEV)