Meme bisa membuat yang melihatnya bahagia. Simak informasinya. (Foto: Pexels.com)
Meme bisa membuat yang melihatnya bahagia. Simak informasinya. (Foto: Pexels.com)

Manfaat Menyaksikan Meme

Rona psikologi
Dhaifurrakhman Abas • 17 Juni 2019 09:00
Meme dibaca 'Mim' adalah ide, perilaku, atau gaya yang menyebar dari satu orang ke orang lain dalam sebuah budaya. Meme merupakan neologisme yang diciptakan oleh Richard Dawkins. Kata meme pertama kali dikenalkan oleh Dawkins melalui bukunya "The Selfish Gene" pada tahun 1976. Dawkins memakai istilah ini untuk mendefinisikan lahirnya budaya dengan anggapan terjadinya merupakan bentukan dari banyak replikator. 
 

 
Jakarta: Banyak cara untuk menghibur diri saat dilanda kegiatan menyibukkan yang memicu stres. Salah satunya dengan melihat meme yang beredar di media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi jika meme yang disajikan tersebut dibagikan kepada kawan-kawan. Dijamin gambar dan diksi yang lucu itu bisa bikin stres hilang sekaligus tertawa terbahak-bahak.
 
Bukan tanpa alasan. Menurut Times of India, meme ternyata bisa membuat seseorang bahagia karena satu alasan sederhana. Meme membuat pembacanya merasa divalidasi atau, dalam konteks milenial, pembaca merasa 'relatable'.
 
Terlebih saat ini hampir semua orang merupakan penggunaan media sosial. Saling berbagi meme adalah cara untuk memastikan bahwa kebutuhan manusia untuk bersosial terpenuhi. Meskipun dilakukan secara daring.
 
Manfaat Menyaksikan Meme
(Meme ternyata bisa membuat seseorang bahagia karena satu alasan sederhana. Meme membuat pembacanya merasa divalidasi atau, dalam konteks milenial, pembaca merasa 'relatable'. Foto: Pexels.com)
 
Para psikolog juga menyebutkan bahwa meme telah membantu memenuhi kebutuhan manusia yang selalu ingin mencari kebahagiaan. Berbagi meme membuat adrenalin dan kadar dopamin meningkat, yang pada akhirnya pembacanya merasa bahagia.
 
Mengirim meme kepada seseorang juga mampu mengurangi risiko kesepian. Sebab ini juga merupakan cara masyarakat terhubung dengan orang lain secara daring.
 
Berbagi dan menerima meme juga membuat seseorang merasakan identifikasi diri dan merasa diakui. Sementara ketika jumpa dengan kelompok yang menyukai meme yang sama, seseorang merasa bahwa dia tidak sendirian.
 
Meme yang sesuai dengan standar humor seseorang juga dapat berdampak pada kemampuan berpikir mereka yang melihatnya. Sebab, biokimia di otak manusia akan sangat produktif setiap kali melihat sesuatu yang lucu.
 
Perasaan ini mampu membuat batin seseorang menjadi lebih damai. Disebutkan juga dalam laman yang sama bahwa meme berhasil menurunkan tingkat kecemasan yang hingga 11 persen.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif