Foto bersama nara sumber diskusi
Foto bersama nara sumber diskusi "Bicara Gizi: Upaya Pencegahan dan Tata Laksana Anak Prematur Agar Tumbih Kembang Optimal" oleh Danone Indonesia. (Foto: Kumara/Medcom.id)

Faktor Pemicu Kelahiran Prematur

Rona kehamilan
Kumara Anggita • 14 November 2019 14:58
Jakarta: Saat ini ibu yang melahirkan anaknya secara prematur seringkali terjadi. Kabar buruknya, prematur adalah penyeban kematian tertinggi anak yang baru lahir.
 
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), terdapat 10 negara yang menyumbang 60 persen kelahiran prematur di dunia. Dari kesepuluh negara ini, Indonesia menempati peringkat lima tertinggi dengan angka kelahiran prematur sekitar 675.500 pada tahun 2010. Sementara itu, temuan EveryPreemier pada Mei 2019, menemukan 528.000 anak lahir prematur setiap tahunnya.
 
Tak hanya itu, komplikasi yang terjadi dalam kelahiran prematur menyebabkan 27.800 anak usia balita meninggal setiap tahunnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dokter Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal RSCM, Ali Sungkar menjelaskan dalam acara diskusi "Bicara Gizi: Upaya Pencegahan dan Tata Laksana Anak Prematur Agar Tumbih Kembang Optimal" oleh Danone Indonesia. Menurutnya, kelahiran prematur terjadi karena berbagai faktor antara lain:
-Usia ibu yang terlalu muda saat hamil.
-Ibu yang hamil dengan anak kembar dua atau lebih.
-Infeksi saat kehamilan.
-Penyakit yang diderita saat hamil (diabetes, anemia, dan lain-lain)
-Kurangnya nutrisi saat hamil.
-Gaya hidup tidak sehat.
-Gangguan kesehatan mental saat mengandung seperti depresi.
 
Kelahiran prematur dapat menjadi penyebab komplikasi kondisi kesehatan, baik dalam jangka pendek seperti gangguan pernapasan dan peningkatan risiko infeksi, atau jangka panjang. Yaitu peningkatan risko penyakit yang menular seperti hipertensi dan diabetes.
 
Kendati begitu, kelahiran prematur bisa dicegah sebelum kehamilan terjadi. Tepatnya saat ibu mempersiapkan kehamilan, hingga sepanjang periode kehamilan.
 
Sementara, anak yang lahir prematur juga masih memiliki kesempatan tumbuh kembang yang sama dengan melakukan tata laksana yang tepat.
 
Anda sebagai orang tua bisa memberi nutrisi sejak dini yang berdampak baik pada perkembangan syaraf otak. Pemantauan pertumbuhan anak menggunakan grafik pertumbuhan juga berperan penting untuk memastikan keberhasilan tumbuh kembangnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif