(Foto: Cdc.gov)
(Foto: Cdc.gov)

Rajin Cuci Tangan Bantu Cegah Penularan Virus Flu Burung

Rona virus flu burung
Nia Deviyana • 22 Maret 2016 15:41
medcom.id, Jakarta: Flu burung kembali menggegerkan warga Jakarta usai penemuan unggas yang positif terjangkit virus tersebut. Pencegahan dan edukasi menjadi langkah dasar untuk melindungi diri dari serangan flu burung.
 
Flu burung atau Avian Virus merupakan penyakit influenza yang ditularkan melalui unggas. Ada beberapa varian virus flu burung, di antaranya H7N7, H9N2, H5N6, hingga yang paling terkenal dan berbahaya, yakni H5N1.
 
Butuh pemeriksaan mendalam untuk mendiagnosa virus yang juga pernah menggegerkan masyarakat  pada 2003 ini, seperti pemeriksaan lendir dari tenggorokan dan hidung, melalui uji molekuler di laboratorium yang steril. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendeteksian virus pun harus dilakukan dengan segera. Sebab, jika terlambat, akan sulit menemukan virus flu burung menggunakan metode uji molekuler.
 
Sebagaimana dilansir Medicine.net, sebagian besar kasus infeksi flu burung pada manusia disebabkan kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi, atau mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus tersebut.
 
Badan Pengawas Makanan dan Obat (FDA) dan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyarankan untuk rajin mencuci tangan, terutama jika Anda usai memegang unggas. 
 
Cuci tangan dengan sabun dan air hangat, 20 detik sebelum dan sesudah memegang ayam atau unggas lainnya. Hal ini juga berlaku jika Anda memegang telurnya. 
 
Setelah memasak daging ayam, ada baiknya mencuci talenan dan peralatan dapur dengan air panas. Akan lebih baik pula jika Anda memiliki termometer makanan untuk mengukur suhu yang direkomendasikan pada makanan, yakni 165 derajat farenheit atau lebih.
 
Untuk telur, pastikan selalu memasaknya hingga matang.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif