Berikut cara membedakan mana cemas mana panik. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Berikut cara membedakan mana cemas mana panik. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Kenali Beda Serangan Panik dan Kecemasan

Rona psikologi kesehatan mental
Anda Nurlaila • 19 Maret 2019 13:06
Psikolog klinis berbasis di Virginia dan penulis "Attacking Panic: The Power To Be Calm Russell Hunter" mengatakan serangan panik adalah respons tubuh terhadap beberapa bahaya yang akan segera terjadi. Bahkan jika tidak ada ancaman nyata terhadap kesejahteraan fisik orang tersebut. Sedangkan cemas cenderung berkepanjangan.
 

 
Jakarta:
Serangan panik digambarkan sebagai pengalaman yang tidak menyenangkan. Jantung berdebar-debar, tubuh berkeringat dingin, dan ketakutan saat menghadapi situasi yang tidak dikenali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebalikan dari serangan panik, kekhawatiran berlebihan dan berlangsung terus menerus bahkan hingga berbulan-bulan merupakan gejala kecemasan.
 
Mengutip Health, psikolog klinis menjelaskan ada perbedaan antara serangan panik dan menderita serangan kecemasan. Namun berdasar Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental yang digunakan dokter untuk mendiagnosis penyakit mental, tidak ada gangguan kecemasan.
 
"Sebagian orang mungkin menggunakan 'serangan panik' dan 'serangan kecemasan' secara bergantian, " ungkap Direktur penelitian dengan Pusat Perawatan dan Studi Kecemasan Lily Brown.
 
Psikolog klinis berbasis di Virginia dan penulis "Attacking Panic: The Power To Be Calm Russell Hunter" mengatakan sebagian orang menggunakan kata serangan kecemasan untuk menggambarkan perasaan cemas yang tidak naik ke tingkat kepanikan.
 
"Mereka tidak takut,  tetapi mereka mungkin merasa goyah atau gugup."
 
Kenali Beda Serangan Panik dan Kecemasan
(Ada perbedaan antara serangan panik dan menderita serangan kecemasan. Panik bersifat jangka pendek. Cemas berkepanjangan. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
 
(Baca juga: Tips Menghilangkan Pikiran Cemas Sebelum Tidur)
 
Kecemasan dipicu oleh berbagai emosi mendasar yang bahkan belum terjadi. Menurut Hunter, banyak pasiennya yang menghadapi tekanan ekstra dalam hidup dan mereka merasa merasa memikul beban berat.
 
Sebaliknya, serangan panik adalah respons tubuh terhadap beberapa bahaya yang akan segera terjadi. Bahkan jika tidak ada ancaman nyata terhadap kesejahteraan fisik orang tersebut. "Panik menyerupai rasa takut,” kata Brown.
 
Penting untuk membedakan keduanya, karena perlu strategi berbeda untuk mengelola rasa takut dan kecemasan.

Panik berlangsung cepat, kecemasan terjadi dalam jangka panjang

Serangan panik berumur pendek, sementara kecemasan cenderung berkepanjangan. Mereka yang mengalami serangan panik merasa ketakutan dengan perubahan denyut jantung yang berlangsung selama beberapa menit.
 
Sedangkan kecemasan ekstrem sangat berbeda. Kecemasan cenderung memperlihatkan gejala sama yang bertahan selama periode waktu yang lebih lama. "Seperti bayangan di latar belakang yang memberatkan," ungkapnya.
 
Jika terus-menerus khawatir, Anda mungkin didiagnosis menderita gangguan kecemasan umum (Generalized Anxiety Disorder/GAD). Penyakit mental ini didefinisikan sebagai kecemasan berlebihan.
 
Gejala-gejalanya terlihat sepanjang waktu dan bertahan selama lebih dari enam bulan. GAD ditandai dengan perasaan seperti.
 
1. Gugup
2. Gelisah
3. Lelah
4. Tegang otot
5. Sulit berkonsentrasi, dan
6. Sering tidur

Panik mempercepat sensasi fisik, dan kekhawatiran memperlambatnya

Selama serangan panik, pernapasan bertambah cepat dan detak jantungnya meningkat. Tubuh seperti bersiap melawan musuh. Tetapi penelitian yang melibatkan penderita gangguan kecemasan umum bermanifestasi dengan cara yang berbeda.
 
Episode kekhawatiran menyebabkan aktivitas fisiologis berkurang. "Detak jantung melambat, respons keringat mereka mungkin berkurang."
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif