Ini yang Terjadi Jika Anda Menahan Buang Air Kecil
Ini yang Terjadi Jika Anda Menahan Buang Air Kecil (Foto: istock)
Jakarta: Sejak kecil, kita sudah belajar mengendalikan kandung kemih dari keinginan untuk buang air kecil. Otak kita hanya mengetahui kapan saatnya buang air kecil, dan sebagian besar dari kita harus pergi ke kamar mandi sekitar 6-7 kali sehari.

Terkadang, karena tidak ada kamar mandi atau tempat untuk buang air kecil, Anda harus menunggu terlalu lama. Sebenarnya, menahan ini bukan hal yang buruk. Namun, jika menahan buang air kecil menjadi kebiasaan, masalah kesehatan bisa saja muncul.

Kandung kemih Anda hanya mampu menahan sekitar 2 cangkir air. Ketika kandung kemih Anda terlalu banyak bekerja, itu bisa mempengaruhi hal-hal lain seperti bagian panggul Anda. Otot dasar panggul Anda mengontrol apakah Anda akan menahan buang air atau mengeluarkannya.


Saat kandung kemih semakin penuh dan sesak, ada kemungkinan Anda tidak akan buang air kecil tepat waktu. Kondisi ini bisa saja membuat Anda mengompol atau buang air kecil di celana. Selain itu, ada beberapa dampak buruk yang dapat disebabkan dari kebiasaan menahan buang air kecil.

1. Infeksi saluran kemih
Infeksi ini terjadi karena bakteri telah masuk ke saluran kemih yang dapat menyebabkan gejala seperti rasa terbakar, sering merasa ingin buang air kecil, dan nyeri panggul hingga kencing berdarah. Segera kosongkan kemih Anda setelah terasa penuh.

2. Bakteri dapat menciptakan masalah lain
Infeksi saluran kemih bukanlah satu-satunya yang dapat terjadi jika bakteri berada dalam saluran kemih Anda. Efek samping yang berbeda dapat terjadi sebagai tanda infeksi terjadi lebih lanjut. Adapun gejalanya seperti demam, nyeri, kram dan lainnya.

3. Organ lain bisa ikut rusak
Kandung kemih Anda terhubung ke sistem kemih Anda yang meliputi ginjal. Ginjal menciptakan urine dari kelebihan air dalam aliran darah dan menyaring limbah. Jika urine kembali ke tabung yang menghubungkan kandung kemih dengan ginjal, ini dapat memicu infeksi dan kerusakan ginjal.



 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id