Ilustrasi-Freepik
Ilustrasi-Freepik

Prof. Ari Risau dengan Informasi Palsu terkait Vaksin Covid-19

Rona Hadi Pranoto vaksin covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 07 Agustus 2020 19:10
Jakarta: Pandemi covid-19 belum berakhir dan sejumlah upaya masih dilakukan pemerintah Indonesia untuk menanganinya. Sembari demikian, informasi bohong tersebar luas. Lalu, bagaimana yang seharusnya dilakukan masyarakat?
 
Penyebaran informasi bohong, baik yang disadari maupun tidak disadari, telah dilakukan beragam pihak. Baik masyarakat awam hingga kalangan influencer. Lantaran itu, masyarakat diminta lebih cerdas menyaring informasi yang beredar.
 
"Masyarakat kita ini dibilang pintar tapi enggak pintar, dibilang bodoh tapi enggak mau dibilang bodoh. Sudah tahu ini sesuatu yang bohong kok malah dibilang benar. Jadi maksud saya, harus diedukasi masyarakat," ujar Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengimbau agar masyarakat tidak percaya dengan hal-hal yang informasinya tidak benar. Pastikan sumber informasi yang hendak dipercayai itu terbukti kredibilitasnya.
 
"Nanti dibilang ada orang mengaku profesor dokter, minum air kencing bisa menyembuhkan covid-19, malah diminum juga air kencing sama masyarakat," ucapnya memberikan contoh.
 
Ia pun mengungkapkan betapa sedih perasaannya dengan tindakan penyebaran informasi palsu atau hoax (hoaks) yang dilakukan pihak-pihak tertentu. Sementara dirinya telah membuat gerakan aktif anti hoax kesehatan, bahkan sejak awal kasus covid-19 dinyatakan sebagai pandemi.
 
"Saya rasa penting (edukasi anti hoax) karena banyak pasien yang datang ke saya itu karena korban percaya hoax. Termasuk seperti yang sekarang ini (informasi obat covid-19 oleh Hadi Pranoto), kan bisa dibeli itu obat herbalnya di e-commerce. Saya khawatirnya diminum lalu dia merasa sudah sehat, lalu dibeli banyak," jelasnya.
 
Sebab, kata Prof. Ari, penyebaran informasi bohong terkait covid-19 sangat merugikan. Dampaknya, pada kesehatan masyarakat dan masa depan Bangsa Indonesia.
 
Prof. Ari menekankan bahwa informasi apa pun yang tersebar harus dipastikan kebenarannya, terlebih tentang obat covid-19. Cara paling mudah untuk memastikan kejelasan obat-obatan ialah dengan memeriksa datanya di laman resmi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
 
Terkait pengobatan dan pencegahan terhadap penularan penyakit covid-19, hingga saat ini peneliti di seluruh dunia masih berupaya. Sembari menunggu hasilnya, Prof. Ari menekankan bahwa protokol kesehatan adalah hal yang wajib diterapkan seluruh masyarakat Indonesia.
 
"Sebenarnya intinya mudah. Kalau pakai masker, cuci tangan pakai sabun, phisical distancing, itu sudah luar biasa tindakan pencegahan. Lebih baik lagi jika bisa membeli masker yang bagus, dibandingkan obat-obatan tidak jelas kan berbahaya. Karena klaim herbal ini kan berbahaya," pungkasnya.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif