Dampak Mengonsumsi Obat Tidur Berlebihan
Meskipun memang mengonsumsi obat tidur tidak selalu dikaitkan dengan efek negatif, ada baiknya Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan. (Foto: Rawpixel/Unsplash.com)
Jakarta: Saat mengalami sulit tidur atau insomnia, salah satu alternatif yang mungkin dipilih banyak orang adalah dengan mengonsumsi obat tidur. Obat tidur dianggap sebagai salah satu jalan pintas agar tidur lebih cepat sehingga aktivitas keesokan hari pun tidak terganggu. 

Disebutkan dalam artikel "Here's Why You Shouldn't Take a Sleeping Pill Every Night" dari Time, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Geriatric Psychiatry menemukan bahwa kira-kira satu dari tiga orang dewasa yang berusia 65 hingga 80 tahun menggunakan obat tidur setidaknya sesekali untuk mengatasi insomnia. 

Dan para ahli menganggap bahwa ini merupakan hal yang serius karena penggunaan obat tidur dalam waktu yang lama berkaitan dengan beberapa efek samping yang serius. 



(Meskipun memang mengonsumsi obat tidur tidak selalu dikaitkan dengan efek negatif, ada baiknya Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan dan jika Anda berusia lebih dari 65 tahun maka risiko yang ditimbulkan pil ini kemungkinan lebih besar daripada manfaatnya. Foto: Ryan Witlow/Unsplash.com)

(Baca juga: Obat Tidur bukan Solusi Insomnia)

"Banyak pil tidur yang dijual bebas di pasaran mengandung diphenhydramine," kata Dr Donovan Maust, penulis penelitian studi tersebut dan asisten profesor psikiatri di Michigan Medicine. 

Diphenhydramine adalah obat antikolinergik, yang berarti memblokir aktivitas kimia otak yang disebut asetilkolin, yang memainkan peran dalam aktivasi otot dan juga dalam fungsi otak seperti kewaspadaan, belajar dan memori, kata Maust.

"Kekhawatiran lain tentang bukti yang berkembang adalah bahwa penggunaan jangka panjang tampaknya meningkatkan risiko demensia dan semakin banyak digunakan, semakin besar risikonya," kata Maust.

Meskipun memang mengonsumsi obat tidur tidak selalu dikaitkan dengan efek negatif, ada baiknya Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan dan jika Anda berusia lebih dari 65 tahun maka risiko yang ditimbulkan pil ini kemungkinan lebih besar daripada manfaatnya.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id