Paparan asap rokok menunjukkan hubungan dengan alergi makanan. (Foto: Pexels)
Paparan asap rokok menunjukkan hubungan dengan alergi makanan. (Foto: Pexels)

Perokok Pasif Dikaitkan dengan Alergi Makanan pada Anak

Rona rokok
Timi Trieska Dara • 23 September 2019 08:56
Jakarta: Alih-alih membutuhkan alasan tambahan untuk melindungi bayi dari asap rokok, sebuah penelitian justru menjabarkan hasil buruk dari dampak yang dialami oleh bayi yang menjadi perokok pasif.
 
Penelitian itu dipresentasikan di pertemuan tahunan American Academy of Allergy, Asthma & Immunology yang diterbitkan dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology. Peneliti mengungkapkan, ada hubungan antara paparan kebiasaan buruk dan alergi makanan yang berpotensi berbahaya pada anak-anak.
 
"Paparan asap rokok pasif pada kehidupan awal adalah faktor risiko yang kuat untuk asma dan, dalam beberapa penelitian, untuk kepekaan alergi dan eksim pada anak-anak," kata penulis penelitian, Anna Bergstrom, dari Karolinska Institute di Swedia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun, tidak ada penelitian yang prospektif melihat dampaknya pada risiko gejala yang berhubungan dengan makanan anak," tambahnya.
 
Para peneliti mengamati 3.800 anak-anak Swedia antara tahun 1994 dan 1996, menurut WebMD, memantau apakah mereka menunjukkan tanda-tanda alergi makanan sampai usia 16 tahun.
 
Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak yang orangtuanya merokok ketika mereka berusia 2 bulan, lebih mungkin mengembangkan tanda-tanda alergi makanan. Khususnya pada telur dan kacang.
 
Perlu dicatat bahwa tes hanya melihat tanda-tanda alergi makanan, bukan karena mereka didiagnosis. Paparan asap rokok juga menunjukkan hubungan dengan alergi makanan, bukan karena itu menyebabkan gejala.
 
Setidaknya, ada banyak alasan mengapa merokok di sekitar anak-anak tidak dianjurkan. Seperti yang disarankan Bergstrom.
 
"Kami tahu paparan terkait dengan asma dan eksim pada anak-anak, dan perokok pasif masih tetap menjadi faktor risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS). Tampaknya kita tidak membutuhkan bukti lagi bahwa merokok dan anak-anak tidak cocok," papara Bergstorm.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif