Sekitar sepertiga orang mengalami gangguan kecemasan pada beberapa titik dalam kehidupan mereka. (Ilustrasi/Pexels)
Sekitar sepertiga orang mengalami gangguan kecemasan pada beberapa titik dalam kehidupan mereka. (Ilustrasi/Pexels)

4 Ucapan yang Harus Dihindari pada Penderita Kecemasan

Rona psikologi
Anda Nurlaila • 13 November 2019 16:03
Jakarta: Sekalipun memiliki niat baik menenangkan, membantu seseorang yang merasa cemas dapat menjadi sesuatu yang sensitif. Alih-alih membuatnya lebih baik, tindakan dan ucapan kita dapat memperburuk kondisinya atau membuatnya marah.
 
Kecemasan adalah fenomena umum sehingga sulit menemukan seseorang yang tidak pernah gugup sama sekali dalam hidup mereka. Sekitar sepertiga orang mengalami gangguan kecemasan pada beberapa titik dalam kehidupan mereka. Ini dapat mencakup kecemasan tentang situasi tertentu, seperti ketakutan pada hewan tertentu atau kecemasan umum termasuk kecemasan sosial yang merasa canggung di tengah pesta atau saat pidato.
 
Seperti dimuat dalam Psychologytoday, ada beberapa hal yang tidak boleh dikatakan saat memberi dukungan pada penderita kecemasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. "Tenang saja"
 
Variasi lainnya adalah ucapan "santai" dan "ambil napas panjang".
Hal tersebut terdengar wajar saat orang yang dekat dengan kita sedang mencari pekerjaan atau dalam masalah. Menenangkan seseorang yang sedang yang sedang kesusahan untuk bersantai tidak masuk akal.  
 
Rasa cemas sulit membuat orang merasa rileks. Mereka mengalami respon fight-or-flight yang secara otomatis meningkatkan detak jantung dan tingkat adrenalin. Kecemasan akan mengencangkan otot-otot, dan membuat indra mereka dalam kewaspadaan tinggi. Mekanisme ini dirancang mengesampingan pemikiran masuk akal.
 
Ungkapan tersebut dapat merendahkan mereka. Terutama jika itu hal pertama yang Anda katakan. Itu menunjukkan bahwa Anda tidak tertarik untuk memahami apa yang terjadi pada mereka.
 
Apa yang harus dikatakan
 
Alih-alih mengatakan "tenang saja," coba ajukan pertanyaan terbuka seperti, "Apa yang Anda pikirkan?". Jika mereka memberi tahu Anda tentang apa kecemasannya, ajukan pertanyaan lain yang menunjukkan Anda menaruh perhatian padanya, seperti "Pekerjaan apa yang kau inginkan," atau "Apa rencanamu selanjutnya". Ini juga membantu mereka menyelesaikan masalah dan memberi kesempatan untuk memperlambat, memikirkan jawaban, dan menelusuri fakta-faktanya.
 
2. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
 
Ucapan lainnya yang sering terlontar adalah "Ini bukan masalah besar" atau "Semua akan baik-baik saja."  dan "Jangan khawatir! Masalahmu tidak begitu buruk."
 
Semuanya perkataan ini tidak membantu. Saat memiliki masalah mereka berpikir masalah mereka yang paling besar dan merasa sedih karenanya. Bahkan jika Anda tidak setuju dengannya, pikirkan jika Anda yang memiliki masalah. Apakah Anda mudah terbujuk?
 
Apa yang harus dikatakan
 
Alih-alih mengabaikan betapa khawatir dan kesalnya dia, tunjukkan empati. Ajukan pertanyaan terbuka padanya. Tapi bukan untuk membuatnya marah atau menawarkan nasehat. Berikan simpati dan kesempatan agar ia merasa didengarkan, seperti "Bagaimana hal itu bisa terjadi" atau "Bagaimana percakapan terakhir kalian,"
 
3. "Saya juga punya masalah"
 
Terkadang, simpati dan berbagi dapat meredakan sedikit ketegangan. Kita dan teman bahkan dapat menertawakan masalah masing-masing. Namun berhati-hatilah agar Anda tidak sengaja mengesampingkan atau mengabaikan kecemasannya.
 
Ucapan seperti "Saya khawatir tentang presentasi saya" mungkin tampak seperti cara yang baik untuk menunjukkan dukungan dan berempati dengan seorang teman yang menghadapi pengalaman serupa. Tetapi ada kemungkinan teman Anda merasa sangat cemas dan justru semakin terpojok dengan masalahnya.
 
Apa yang harus dilakukan
 
Jadilah pendengar yang baik. Simpan kekhawatiran Anda sendiri untuk kesempatan lain, atau curhat ke teman yang berbeda. Dukungan emosional pasti harus berjalan dua arah dalam suatu hubungan, tetapi pilih waktu dan tempat berbeda untuk masalah Anda sendiri.
 
4. Jangan aktifkan perilaku mempertahankan kecemasan
 
Secara alami, kita ingin membantu orang lain dalam kesusahan dengan mengeluarkan mereka dari situasi yang memicu kecemasan secepatnya. Tapi tidak jarang hal tersebut tidak meredakan kegugupannya.
 
Jika teman Anda gugup hadir dalam pesta, bantu untuk melepas ketegangan dengan memberinya alkohol tentu salah. Atau saat anak ketakutan melihat anjing, Anda akan berusaha mengusirnya, sehingga dapat meningkatkan fobia anak.
 
Apa yang harus dilakukan
 
Berikan dukungan pada anak atau teman untuk berperilaku sehat.
Seperti ucapan, "Kau bisa. Di pesta nanti saya akan memperkenalkanmu pada beberapa orang dan mulai dari situ." atau "Nak, lihat itu anjing. Tidak apa-apa kalau kau takut tapi dia jinak dan bisa dibelai. Mau coba?.
 
Respon kecemasan dengan empati dan pertanyaan terbuka. Dan ketika dilakukan atau dihindari, minta mereka melakukannya dengan bertanggung jawab dan lemah lembut.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif