Konferensi Pers Litbangkes terkait Virus Korona (Foto: Krispen/Medcom.id)
Konferensi Pers Litbangkes terkait Virus Korona (Foto: Krispen/Medcom.id)

Litbangkes Pastikan Pemeriksaan terkait Korona Sudah Tepat

Rona Virus Korona Coronavirus virus corona
Sunnaholomi Halakrispen • 11 Februari 2020 18:54
Jakarta: Sampai saat ini belum terdeteksi masyarakat di Indonesia yang positif virus korona atau novel coronavirus (2019-nCov). Kondisi ini menimbulkan tanda tanya, apakah Kementerian Kesehatan tak mampu mendeteksinya.
 
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), Siswanto, membantah anggapan tersebut. Baginya, sejauh ini Kemenkes telah tepat memantau perkembangan virus korona di Indonesia.
 
"Saya yakin apa yang sudah dilakukan Kemenkes itu sudah tepat. Jadi kalaupun negatif, bukan berarti dianggap enggak mampu. Enggak betul itu," ujar Kepala Badan Litbangkes, dr. Siswanto, MPH, DTM, di Kantor Litbangkes, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dokter Siswanto meyakini bahwa pihaknya selalu berkonsultasi dan berkolaborasi dengan pihak WHO. Badan Litbangkes, kata Siswanto, telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah sampel.  
 
"Dari pemeriksaan bahwa 62 kasus negatif novel corona, dua lagi masih pemeriksaan. Kalau kita lihat untuk mendapatkan novel corona virus positif itu tidak hanya ini ujungnya di laboratorium," paparnya.
 
Namun, yang pertama menemukan suspect. Setelah itu, pengambilan spesimen yang benar dari suspect itu, setidaknya memerlukan minimal dua spesimen yang diambil dari tubuh masing-masing pasien.
 
"Kerjakan PCR-nya (polymerase chain reaction) dulu. Sampel diteliti di laboratorium selama 24 jam, untuk memastikan secara generik ada virus korona atau tidak," jelasnya.
 
Kemudian, dilakukan pengecekan lebih lanjut terkait novel coronavirus. Sebab, meskipun setelah dicek terdeteksi positif korona, ternyata negatif novel coronavirus. Konfirmasi terakhir memang menyasar pada kepastian status 2019-nCoV.
 
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed, mengatakan, penelitian yang telah dilakukan tidak perlu diragukan. Sebab jika diingat kembali peristiwa MERS dan SARS bertahun-tahun lalu, Indonesia pun bebas paparan, meskipun Singapura sempat terpapar.
 
"nCoV juga alhamdulillah sampai saat ini tidak ada terdeteksi di Indonesia. Kita juga enggak tahu tapi pemeriksaan kita update terus menerus dan enggak ada ketinggalan. Kami anggap sudah cukup kompeten dan terlatih," tegas Vivi.
 
Terkait penelitian yang dilakukan Litbangkes, total telah diperiksa 64 kasus dugaan novel coronavirus. Sebanyak 62 kasus terbukti negatif. Kasus-kasus tersebut berasal dari 16 provinsi.
 
Sementara itu, jumlah korban tewas akibat virus korona di sejumlah negara mencapai 1.011. Lonjakan kematian pada Senin, 10 Februari 2020, mencapai 103 korban menjadi yang tertinggi sejak virus muncul di pasar hewan liar di Wuhan, Hubei, Tiongkok, pada Desember 2019.
 
Peneliti Tiongkok menduga trenggiling sebagai pembawa virus korona. Sisik spesies dilindungi itu biasa dipakai untuk pengobatan tradisional di Tiongkok. Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan perlunya langkah lebih tegas menanggulangi wabah ini.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif