Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Anung Sugihantono. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Anung Sugihantono. (Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)

Skema Pemulangan WNI dan WNA yang Diobservasi Masih Dirembuk

Rona Virus Korona kemenkes Coronavirus virus corona
Sunnaholomi Halakrispen • 11 Februari 2020 15:25
Jakarta: Sebanyak 237 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 1 WNA yang dikarantina di Natuna terhitung menjalani masa karantina selama 10 hari. Berdasarkan ketentuan WHO (World Health Organization), empat hari ke depan atau hari Sabtu, 15 Februari 2020, mereka sudah selesai dari masa karantina/observasi.
 
Namun, perhitungan hari serta skema pemulangan WNI masih dirembuk. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Anung Sugihantono, menyatakan bahwa masih akan dilakukan rapat besar dengan sejumlah kementerian terkait skema tersebut.
 
"Tentu jelas kita akan menyelesaikan masa observasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, 14 hari. Sedang diperhitungkan kita sedang komunikasikan 14 harinya itu pada saat mereka berangkat dari Wuhan atau pada saat mereka tiba di Natuna atau Batam supaya tidak diributkan," ujar Anung di Kantor Badan Litbangkes, Kemenkes, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Skema Pemulangan WNI dan WNA yang Diobservasi Masih Dirembuk
(Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Anung Sugihantono. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
 
Ia memaparkan bahwa hari ini pihaknya akan melangsungkan pertemuan dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK). Maka demikian, saat ini belum bisa dipastikan bagaimana skema pastinya.
 
"Skenarionya belum tahu seperti apa, tapi kita berharap semua baik dalam tatanan kesehatan observasi sudah selesai, ya pulang. Tapi masih ada protokol berikutnya. Pemantauan status kesehatan wilayahnya di wilayah lama, sama satu kali masa inkubasi lagi," paparnya.
 
Sementara itu, dilansir dari Independent, Dr Zhong Nansan selaku peneliti China yang sempat meneliti SARS menjelaskan bahwa masa inkubasi coronavirus tidak hanya cukup dalam 14 hari.
 
Melainkan, bisa mencapai 24 hari untuk mendalami dan memastikan kondisi kesehatan seluruh masyarakat yang sebelumnya dari wilayah yang terpapar 2019-nCoV di Tiongkok.
 
"Kalau memang belum ada keputusan WHO, ya sudah. Jadi kita mengacunya kepada yang di WHO," jelas Anung.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif