Ilustrasi--Foto: Pinterest.
Ilustrasi--Foto: Pinterest.

Perbedaan Gangguan Kesehatan pada Pria dan Wanita

Rona kesehatan
Anda Nurlaila • 24 Agustus 2019 07:04
Ada beberapa beberapa jenis penyakit yang lebih banyak diderita atau berisiko tinggi dialami salah satu jenis kelamin. Salah satunya yaitu serangan jantung.
 

Jakarta:
Gangguan kesehatan dapat terjadi pada siapa pun, baik pria maupun wanita. Namun ada beberapa jenis penyakit yang lebih banyak diderita atau berisiko tinggi dialami salah satu jenis kelamin.
 
Seperti dikutip WebMD, ada beberapa perbedaan penyakit dan kondisi kesehatan yang dialami dua jenis kelamin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serangan jantung
 
Tanda serangan jantung seperti perasaan menekan di bagian dada sering dirasakan pria, tapi tidak biasa pada wanita. Banyak wanita merasakan tekanan pada punggung bagian atas, sakit rahang, dan sesak napas, juga perasaan mual dan pusing. Karena tanda serangan jantung yang sering disalahartikan sebagai penyakit lain, wanita lebih cenderung meninggal setelah mengalami serangan jantung.
 
Multiple Sclerosis
 
Penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh seringkali lebih parah pada pria. MS memengaruhi lebih banyak wanita daripada pria secara keseluruhan, tetapi jumlah penderita MS progresif (PPMS) sama antara pria dan wanita. PPMS cenderung lebih sulit untuk didiagnosis dan diobati daripada bentuk MS yang kambuh.
 
Stroke
 
Gejala utamanya adalah kelemahan tiba-tiba di satu sisi tubuh, kehilangan bicara dan keseimbangan, dan kebingungan. Tetapi wanita sering memiliki gejala tambahan atau berbeda yaitu pingsan, agitasi, halusinasi, muntah, nyeri, cegukan, dan kejang. Wanita biasanya lebih sulit dalam pemulihan setelah stroke.
 
Penyakit Menular Seksual
 
Wanita cenderung memiliki gejala saat mengalami penyakit menular seksual (PMS) seperti klamidia dan gonore. PMS juga dapat menyebabkan penyakit radang panggul kronis pada wanita dan menyebabkan masalah kesuburan. Pria jarang mengalami komplikasi seperti itu. Human papillomavirus (HPV) juga merupakan penyebab utama kanker serviks pada wanita, tetapi tidak menimbulkan risiko yang sama untuk pria.
 
Rambut rontok
 
Pria jauh lebih mungkin mengalami kerontokan rambut karena usia daripada wanita. Sekitar 40 persen wanita akan mengalami penipisan rambut atau rambut rontok, tetapi 85 persen pria akan mengalaminya di usia 50 tahun. Pola kerontokan pria cenderung sama, yaitu garis rambut yang semakin jauh ke belakang atau kebotakan di tengah kepala. Sementara wanita mengalami penipisan di seluruh kepala atau kebotakan secara acak.
 
Jerawat
 
Hormon sering disalahkan untuk jerawat. Karena hormon wanita bergeser kehamilan dan selama menopause, mereka lebih rentan terhadap jerawat dewasa daripada pria. Perawatan dapat bervariasi berdasarkan jenis kelamin. Obat-obatan pengendali hormon seperti KB sering dianjurkan untuk wanita. Sedangkan krim lebih umum untuk pria.
 
Stres
 
Wanita lebih cenderung mengatakan mengalami stres ketimbang pria. Kedua jenis kelamin merasakan kemarahan, dan ketegangan otot pada tingkat yang hampir akibat stres. Tetapi wanita lebih sering menyatakan stres menyebabkan sakit kepala, sakit perut, atau membuat mereka menangis. Pria cenderung merasakan gejala fisik selama masa stres daripada wanita.
 
ISK
 
Meskipun wanita cenderung lebih sering mengalami infeksi saluran kemih (ISK),  ISK pada pria lebih rumit  dengan penyebab berbeda. Wanita paling sering mengalami karena bakteri dari hubungan seks atau kotoran. Sementara ISK pada pria lebih mungkin dari sesuatu yang menghalangi aliran urin, seperti pembesaran prostat atau batu ginjal.
 
Rasa sakit
 
Lebih banyak wanita hidup dengan rasa sakit kronis yang berlangsung lebih dari 6 bulan daripada pria. Rasa sakit pada wanita juga cenderung bertahan lebih lama dan lebih intens. Penyebabnya belum diketahui, namun dokter berpikir perbedaan hormon di antara kedua jenis kelamin mungkin berpengaruh.
 
Osteoporosis
 
Karena wanita lebih mungkin terkena osteoporosis, ini sering diabaikan pria. Tetapi pria yang mengalami keropos tulang dan patah pinggul dua kali lebih mungkin meninggal daripada wanita dengan kondisi yang sama.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif