Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Jangan Pernah Minum Kopi saat Perut Kosong

Rona kopi
Raka Lestari • 16 Juli 2019 15:31
Menyeruput kopi saat perut kosong ternyata dapat menyebabkan efek negatif. Dr. Jamie Long, psikolog klinis berlisensi mengatakan, minum kopi saat perut kosong juga dapat merangsang asam di perut Anda sehingga menghasilkan lingkungan yang lebih asam di perut Anda. 
 

Jakarta:
Bagi sebagian orang, minum kopi merupakan salah satu ritual rutin setiap harinya. Kebanyakan orang minum kopi setiap pagi hari atau dalam keadaan perut yang masih kosong. 
 
Namun banyak orang yang tidak menyadari bahwa minum kopi saat perut kosong dapat memberikan efek negatif pada perut Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Minum kopi dengan perut kosong, atau pagi-pagi sekali sebelum sarapan, dapat meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh Anda. Ketika Anda membuka mata di pagi hari, tubuh Anda mulai melepaskan kortisol, hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur respons kekebalan tubuh, metabolisme, dan respons stres, "kata Dr. Nikola Djordjevic, MD seperti dilansir Reader's.
 
Jika Anda memompa tubuh Anda dengan kafein ketika hormon kortisol Anda berada di puncaknya, maka itu akan membuat tubuh Anda semakin stres, menurut Djordjevic. 
Jangan Pernah Minum Kopi saat Perut Kosong
Ilustrasi--Pexels
 
Sementara itu, Dr. Jamie Long, psikolog klinis berlisensi mengatakan, minum kopi saat perut kosong juga dapat merangsang asam di perut Anda sehingga menghasilkan lingkungan yang lebih asam di perut Anda. Dengan begitu, perut yang sudah terisi sangat penting untuk mengekang jumlah asam lambung yang dihasilkan.
 
"Kopi dengan perut kosong dapat memperbesar efek stimulasi (yang membangitkan semangat) karena tidak ada yang dapat menyaingi penyerapan," kata Long.  
 
Menurut Djordjevic, kopi dapat mengiritasi asam lambung, kemungkinan Anda akan merasa mulas atau bahkan mengalami bisul lambung. Selain dapat memengaruhi kesehatan fisik, minum kopi saat perut kosong juga dapat berpengaruh pada kesehatan mental Anda. 
 
"Kelebihan produksi asam dalam perut dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kegugupan, gemetar, dan gejala penarikan lainnya," kata Djordjevic. 
 
Selain itu, ada penelitian yang menghubungkan asam lambung dengan kecemasan dan depresi, tambahnya.
 
"Terutama ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, penelitian telah menemukan bahwa kafein meniru gejala kecemasan dan bahkan serangan panik. Gejalanya bisa berupa gelisah, gemetaran, muka memerah, dan detak jantung yang semakin cepat, "kata Long. 
 
"Dan jika Anda sudah cenderung mengalami kecemasan, Anda akan lebih mudah mengalami efek negatif dari kopi, " ucap Long.
 
Pada intinya, ketahui batas maksimal yang bisa tubuh Anda terima saat minum kopi.
 


 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif