Makanan yang digoreng memang bukan satu-satunya penyebab datangnya penyakit jantung. (Foto Ilustrasi: Pixabay)
Makanan yang digoreng memang bukan satu-satunya penyebab datangnya penyakit jantung. (Foto Ilustrasi: Pixabay)

Studi: Mengonsumsi Gorengan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Rona makanan sehat
Sunnaholomi Halakrispen • 17 Juli 2019 14:20
Memang enak mengonsumsi makanan gorengan seperti tempe goreng atau tahu isi, apalagi menggunakan cabai. Tapi di balik kenikmatan tersebut, ternyata makanan gorengan yang mengandung minyak meningkatkan risiko penyakit jantung.
 

Jakarta: Makan camilan atau menu makanan ringan dan gorengan seperti pisang goreng, tahu isi, atau makanan lainnya paling enak dikonsumsi saat bersantai. Tapi perlu disadari juga, di balik kenikmatan tersebut, mengonsumsi makanan gorengan ternyata berisiko menghadirkan penyakit jantung dan stroke.
 
Semakin banyak gorengan yang Anda makan, semakin besar pula risiko penyakit yang datang. Orang yang makan gorengan satu hingga tiga kali seminggu memiliki risiko serangan jantung dan stroke sebanyak tujuh persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang makan gorengan kurang dari sekali seminggu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi mereka yang makan gorengan setiap hari, risikonya melonjak hingga 14 persen lebih tinggi. Ahli diet, Dana Angelo White, mengatakan bahwa dia tidak terkejut dengan temuan ini. Sebab itu bukan studi pertama yang melaporkan hubungan antara makanan gorengan dan hasil kesehatan yang buruk.
 
"Makan sedikit sesuatu yang digoreng bukanlah akhir dunia, tetapi semakin Anda makan makanan yang digoreng, semakin buruk bagi Anda," jelas White yang juga selaku associate professor di Quinnipiac College di Hamden, Conn.
 
Sementara itu, penelitian sebelumnya telah menghubungkan makan gorengan dengan penyakit kronis. Di antaranya, diabetes tipe 2, gagal jantung, obesitas, dan tekanan darah tinggi.
 
Bahkan, sebuah penelitian yang dirilis pada Januari lalu melaporkan hal yang lebih ekstrem. Wanita yang makan lebih dari satu porsi gorengan dalam seminggu, meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian dini.
 
Penelitian lainnya juga dilakukan. Penelitian tersebut dipimpin oleh Jacqueline Honerlaw, dari Departemen Urusan Veteran Amerika Serikat dan Pusat Penelitian dan Informasi Epidemiologi Veteran Massachusetts. Ia melakukan penelitian pada hampir 155.000 veteran militer. Mereka kebanyakan laki-laki atau sebanyak 90 persen dan usia rata-rata mereka adalah 64 tahun.
 
Honerlaw dan rekan-rekannya bertanya kepada peserta studi tentang makanan yang mereka makan, termasuk makanan yang digoreng. Kurang dari setengahnya mengatakan mereka makan gorengan kurang dari sekali seminggu.
 
Sekitar sepertiga dari mereka menggoreng makanan satu hingga tiga kali seminggu. Hanya sekelompok kecil atau sekitar 5 persen yang mengatakan mereka makan gorengan setiap hari. Selama tindak lanjut studi tiga tahun, hampir 6.800 memiliki penyakit jantung atau stroke.
 
Penting juga untuk dicatat bahwa sementara penelitian menemukan hubungan antara makanan yang digoreng dan risiko penyakit jantung dan stroke, itu tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Tidak jelas dari penelitian ini, jenis makanan gorengan apa yang dimakan.
 
Hal itu pun bisa membuat perbedaan. Akan tetapi, secara umum, makanan yang digoreng tidak sehat karena proses menggoreng berarti menambah banyak lemak dan kalori ekstra.
 
"Pikirkan tentang berapa banyak minyak zaitun yang bisa tersiram di atas salad, dibandingkan dengan makanan yang menyerap minyak saat Anda memasak di dalamnya. Kalori dapat dengan cepat lepas kendali," tutur Honerlaw.
 
Bagaimana cara seseorang menggoreng makanan dapat membuat perbedaan juga. Jika minyak terlalu dingin saat Anda memasukkan makanan untuk dimasak, makanan akan menyerap lebih banyak minyak sebelum matang. Honerlaw mengatakan suhu minyak harus 163 hingga 190 derajat celcius sebelum dimasak.
 
Orang juga tidak selalu menyadari ketika mereka makan makanan yang digoreng, seperti sayap ayam atau donat, bahayanya seperti apa. Jika Anda melihat makanan yang renyah, berwarna keemasan atau berminyak, ada kemungkinan besar makanan itu digoreng.
 
Namun, makanan yang digoreng memang bukan satu-satunya penyebab datangnya penyakit jantung. Pastinya, manjaga tubuh dengan pola makan sehat yang diimbangi dengan giat berolahraga bisa memperbaiki tingkat kesehatan Anda.
 
Hobi Kuliner? Gak Perlu Takut Kolesterol

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif