Ilustrasi-- (Foto: gettyimages)
Ilustrasi-- (Foto: gettyimages)

Mengenal Mikrobioma dan Peranannya dalam Tubuh

Rona tips kesehatan
Anda Nurlaila • 13 September 2019 17:10
Jakarta: Tahukah Anda bahwa tubuh merupakan rumah bagi triliunan organisme kecil bernama mikroba? Mikroba ini membentuk mikrobioma yang menyebar di seluruh tubuh terutama di usus.  
 
Mikrobioma yang hidup dalam tubuh ternyata berkaitan erat dengan kesehatan. Peneliti sedang mempelajari bagaimana hal itu dapat meningkatkan kesehatan dari kepala hingga kaki. Mengutip WebMD, ada beberapa bagian tubuh yang menjadi rumah mikrobioma dan pengaruhnya pada kesehatan.
 
Kulit

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keberadaan mikrobioma di kulit bukan berarti Anda kotor, tapi membantu menjaga kesehatannya. Mikrobioma yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah kulit. Misal, terlalu banyak bakteri penyebab jerawat dapat menyebabkan jerawat. Eksim adalah kondisi alergi pada kulit terkait dengan jenis bakteri lain.
 
Berat badan
 
Mikrobioma berubah saat Anda menambah atau menurunkan berat badan. Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang kegemukan cenderung memiliki lebih banyak jenis mikroba yang memanen energi dari makanan dan membantu tubuh menyimpan lemak. Ini memengaruhi kenaikan berat badan dan mungkin terkait asupan lemak, gula dan karbohidrat dengan sedikit serat. Tapi studi lainnya mengatakan terlalu dini mengaitkan antara mikrobioma dan timbangan Anda.
 
Kesehatan Otak
 
Usus dan otak saling terkait satu sama lain dan terhubung melalui jutaan sel saraf. Para ilmuwan mengaitkan perubahan tertentu dalam mikrobioma usus dengan stres, depresi, dan kecemasan serta kemungkinan dengan penyakit Alzheimer. Satu studi menemukan orang dengan Alzheimer memiliki mikrobioma yang kurang beragam. Ini dapat menyebabkan peradangan dan peningkatan protein yang terkait dengan penyakit Alzheimer.
 
Mulut
 
Ada lebih dari 700 jenis bakteri di mulut. Beberapa jenis bakteri mengubah gula dari makanan menjadi asam, dan akan masuk ke enamel gigi jika Anda tidak menyikat gigi. Inilah penyebab gigi berlubang. Mikroba tertentu memicu peradangan di mulut, penyebab penyakit gingivitis dan gusi. Orang dengan gigi berlubang cenderung memiliki mikrobioma yang berbeda daripada mereka tanpa gigi berlubang.
 
Penyakit autoimun
 
Dengan kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang bagian-bagian tertentu tubuh. Contohnya termasuk fibromyalgia, lupus, multiple sclerosis, rheumatoid arthritis, dan diabetes tipe 1. Penyakit ini cenderung diperoleh lewat orang tua dan kemungkinan diturunkan melalui mikrobioma.
 
Alergi dan Asma
 
Mikroba di usus dan paru-paru dapat menyebabkan alergi dan asma. Kondisi ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang zat-zat yang tidak berbahaya, seperti debu. Mikrobioma mungkin menjadi salah satu alasan mengapa alergi dan asma meningkat. Beberapa ahli berpendapat bahwa perubahan mikrobioma akibat penggunaan antibiotik dan perubahan pola makan mungkin menjadi alasannya.
 
Penyakit radang usus
 
Ini adalah sekelompok kondisi yang menyebabkan usus Anda meradang, termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulserativa. Cara mikroba usus Anda memengaruhi sel-sel yang melapisi usus Anda dapat berperan dalam penyakit ini. Beberapa jenis bakteri dapat mengiritasi usus. Beberapa orang dengan penyakit Crohn memiliki kesalahan gen yang memungkinkan bakteri usus memasuki dinding usus yang memicu peradangan.
 
Sebagian diperoleh saat lahir
 
Seperti sidik jari, mikrobioma setiap orang unik. Sebagian berasal dari ibu tergantung bagaimana cara Anda dilahirkan. Selama persalinan pervaginam, bayi memperoleh mikrobioma dari ibu saat melewati jalan lahir. Tapi itu tidak terjadi di operasi caesar. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar lebih mungkin untuk mengalami alergi, tetapi tidak jelas mengapa.
 
Bidang Kedokteran Baru
 
Para ilmuwan sedang mencari cara meningkatkan mikrobioma untuk membantu menghindari penyakit tertentu atau merespons perawatan yang lebih baik. Namun penggunaan obat dapat merusak seperti penggunaan antibiotik yang mengubah komposisi bakteri tubuh. Ini memicu gangguan kesehatan termasuk tekanan darah, kanker, dan obat diabetes.
 
Upaya memerangi kanker
 
Para peneliti sedang berupaya memanfaatkan kekuatan mikrobioma dalam perawatan kanker. Dengan imunoterapi, sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel kanker. Penelitian menunjukkan bahwa mikrobioma membantu obat lebih efektif.
 
Mikrobioma berubah
 
Bakteri jahat dan baik dalam tubuh menciptakan keseimbangan di dalam tubuh. Beberapa hal, seperti diet atau antibiotik tertentu, dapat mengganggu keseimbangan tersebut dan gaya hidup sehat dapat memperbaikinya. Keseimbangan  mikrobioma dikaitkan dengan berbagai kondisi, termasuk Alzheimer, kanker, dan penyakit sistem kekebalan tubuh.
 
Cara menjaga keseimbangan mikrobioma
 
Kebiasaan sehari-hari seperti makanan berserat tinggi, buah, biji-bijian dapat memberi makan bakteri baik dalam usus dan mencegah pertumbuhan beberapa bakteri berbahaya. Makanan probiotik, seperti yogurt dan acar sayuran, juga menjaga keseimbangan  bakteri dalam usus. Tidur cukup, mengurangi stres, dan berolahraga juga dapat meningkatkan mikrobioma Anda.
 
Konsumsi probiotik, perlukah?
 
Masing-masing orang memiliki mikrobioma berbeda dan tidak semua probiotik sama. Satu probiotik yang bermanfaat bagi seseorang mungkin tidak berpengaruh pada orang lain. Bicarakan dengan dokter mengenai probiotik yang aman bagi orang sehat. Mereka dengan kondisi kesehatan tertentu juga perlu menghindari asupan probiotik.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif