Jam Biologis yang Buruk Memberi Pengaruh Signifikan pada Suasana Hati

Sri Yanti Nainggolan 17 Mei 2018 12:42 WIB
kesehatanpsikologi
Jam Biologis yang Buruk Memberi Pengaruh Signifikan pada Suasana Hati
Gangguan suasana hati berhubungan dengan ritme sirkadian yang terganggu (Foto: Pete Bellis/Unsplash.com)
Jakarta: Penelitian yang dipublikasikan di The Lancet Psychiatry mengungkapkan bahwa gangguan pada jam internal tubuh atau ritme sirkadian ternyata berkaitan dengan kebahagiaan dan kepuasan kesehatan yang lebih rendah dan fungsi kognitif yang lebih buruk.

Jam biologis tubuh yang berlangsung selama 24 jam berfungsi mengatur fungsi fisiologis dan perilaku dasar, termasuk dari suhu tubuh ke kebiasaan makan di hampir semua organisme.

Gangguan terhadap jam biologis tersebut muncul karena meningkatkan aktivitas selama waktu istirahat dan/atau tidak aktif sepanjang hari.


"Temuan kami menunjukkan hubungan antara perubahan ritme sirkadian harian dengan gangguan suasana hati dan kesejahteraan," kata penulis studi Laura Lyall, dari Universitas Glasgow.

Ia menambahkan, penelitian tersebut memperkuat gagasan bahwa gangguan suasana hati berhubungan dengan ritme sirkadian yang terganggu, bahkan memberikan bukti bahwa ritme aktivitas-istirahat yang berubah juga berkaitan dengan kesejahteraan subjektif yang lebih buruk dan kemampuan kognitif.


(Jam biologis tubuh yang berlangsung selama 24 jam berfungsi mengatur fungsi fisiologis dan perilaku dasar, termasuk dari suhu tubuh ke kebiasaan makan di hampir semua organisme. Foto: Ian Espinosa/Unsplash.com)

(Baca juga: Cara Mudah untuk Melindungi Kesehatan Mental)

Penelitian tersebut mengumpulkan data dari 91.105 peserta berusia antara 37-73 tahun. Para peneliti secara obyektif mengukur pola ritme istirahat dan aktivitas yang dikenal sebagai amplitudo relatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplitudo relatif lebih rendah berhubungan dengan peluang yang lebih besar untuk mengalami depresi atau gangguan bipolar seumur hidup.

Namun, para peneliti mengatakan bahwa temuan tersebut cenderung mengarah ke asosiasi observasi daripada sebab dan akibat, dan masih tak jelas apakah bisa kebalikan. 

Dia juga mencatat bahwa ritme aktivitas dan istirahat yang berbeda antara orang dewasa yang lebih muda dan yang lebih tua dapat menyebabkan perbedaan dalam jam harian dan hubungan kesehatan mental.






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id