NEWSTICKER
News anchor Metro TV Rory Asyari--Medcom.id/Raka Lestari
News anchor Metro TV Rory Asyari--Medcom.id/Raka Lestari

Olahraga Medium untuk Melepas Stres bagi Rory Asyari

Rona metro tv tips kesehatan
Raka Lestari • 24 Februari 2020 20:08
Jakarta: Nama Rory Asyari tentu sudah tidak asing lagi dalam dunia jurnalistik. Salah satu news anchor andalan Metro TV ini juga cukup memiliki banyak penggemar yang kebanyakan dari kaum hawa.
 
Memandu program Prime Talk yang tayang setiap Senin-Jumat pukul 19.00 WIB juga tidak membuat Rory melupakan kesehatan dan kebugaran di tengah kesibukannya tersebut.

Passion di bidang jurnalistik 

“Saya mulai bekerja di media sejak tahun 2007, itu pertama banget siaran di Radio Prambors Solo pada saat masih kuliah. Kemudian pindah ke televisi lokal di Solo. Dan baru pada tahun 2010 pindah ke Metro TV, awalnya magang di Media Indonesia, kemudian menjadi reporter di Metro TV selama kurang lebih tiga tahun barulah kemudian menjadi presenter,” tutur pria kelahiran Solo ini.
 
Ia juga mengatakan bahwa passion yang dimilikinya memang berkaitan dengan jurnalistik. “Memang passion-nya di sana, di jurnalistik, mencari berita, liputan. Dan sejak dulu hanya ada dua tempat yang saya inginkan untuk bekerja, kalau enggak Metro TV ya Jakarta Post. Jadi dari sana saya tahu kalau memang inginnya menjadi wartaman,” tutur pria bertubuh tegap ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengalaman yang tidak terlupakan 
 
Selama bekerja di media, ada banyak kenangan yang tidak terlupakan bagi Rory. Salah satunya adalah kejadian Topan Haiyan yang terjadi di Filipina yang terjadi pada November 2013 lalu. Perisitwa yang menewaskan hingga 10.000 orang ini memiliki kesan yang cukup mendalam bagi Rory.
 
“Pada saat itu pernah liputan Topan Haiyan di Filipina, itu berkesan banget karena itu pertama kali aku liputan dan tidak makan selama lima hari karena memang medan yang cukup sulit. Dan pada saat itu juga aku menjadi jurnalis pertama yang bisa sampai ke pusat kejadiannya. Di sana aku dan cameraman, cuma bisa makan makanan yang kami bawa, seperti wafer dan coklat karena infrastruktur di sana pun rusak sehingga untuk mendapatkan makanan sangat sulit,” tutur Rory.

Wartawan harus tetap menjaga kesehatan 

Meskipun memiliki kesibukan yang cukup banyak, menurut Rory wartawan pun tidak boleh lupa untuk menjaga kesehatannya. “Menurut saya olahraga itu tidak hanya didominasi oleh orang-orang yang bekerja di dalam ruangan ber-AC saja atau untuk tambah keren. Olahraga menurut saya itu adalah medium untuk melepas stres,” tutur Rory.
 
Selain medium untuk melepas stres, Rory juga menyebut bahwa olahraga merupakan cara untuk bisa menikmati hidup lebih lama. “Olahraga itu medium to feel and to look good. Jadi olahraga memang tetap harus dilakukan,” ujar pria yang sudah melakukan olahraga teratur semenjak di bangku SMA ini.
 
“Saya sudah menjalani olahraga teratur dan gaya hidup sehat sejak kelas 2 SMA. Dan itu terus dilakukan sampai sekarang usia saya sudah 32 tahun. Dan memang olahraga sudah menjadi kebutuhan buat saya. Kalau tidak olahraga merasa ada yang kurang, seperti enggak makan saja,” tuturnya.
 
Ada banyak olahraga yang menjadi kegemaran Rory saat ini, mulai dari gym, tenis, dan kick boxing. “Dulu memang aku Sukanya badminton, tetapi sekarang mulai suka tenis karena teman-teman saya banyak yang main tenis juga. Dan untuk kick boxing lebih karena ingin belajar martial art saja,” ujar Rory.

Tidak menjalani pola diet tertentu

Rory memiliki prinsip bahwa kesehatan merupakan sesuatu yang dikontrol, kecuali memang sudah memiliki existing disease atau penyakit yang berhubungan dengan keturunan seperti diabetes, kolestrol, ginjal, atau bahkan stroke.
 
“Banyak hal yang bisa kita control, salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan yang menurut saya sehat. Pantangan saya itu sebisa mungkin untuk makan nasi hanya sekali setiap harinya. Dan diusahakan mengonsumsi nasi merah, tetapi nasi putih juga tidak apa-apa hanya memang setengah porsi,” saran Rory.
 
Dirinya mengaku bahwa bisa makan sebanyak 4–5 kali sehari, namun memang dengan porsi yang kecil. “Saya makan gorengan masih, tetapi mungkin hanya seminggu sekali yaitu pada cheat day. Dan sebisa mungkin kalau mengonsumsi apapun tidak memakai gula, jadi selalu tawar,” ujar Rory.
 
“Saya sendiri tidak melakukan pola diet apapun, tetapi yang jelas metabolisme tubuh saya memang butuh lebih banyak protein sedangkan karbohidrat tidak terlalu banyak. Sehingga memang mencoba untuk lebih mengurangi karbohidrat, dan menambah protein,” ujar Rory.

Tips agar tetap fit meskipun kegiatan padat

“Kita harus take control apa yang bisa kita take control, misalnya makanan. Makanan itu bisa kita pilih, jangan jadikan badan kita seperti tempat sampah. Jangan mulai sesuatu ketika sudah ada keluhan sakit atau ketika badan sudah tidak enak, obesitas, dan lain sebagainya. Mulailah sejak muda, itu yang saya rasakan dan saya pun merasakan manfaatnya,” saran Rory.
 
Dengan selalu menjaga kesehatannya sejak muda, Rory mengaku bahwa dirinya menjadi tidak gampang sakit, selalu merasa fit, dan kondisi kesehatan yang cukup bagus. “Dan yang kedua, jangan mudah merasa down atas apa yang dibicarakan oleh orang lain. Kita yang tahu tubuh kita sendiri, kita yang bisa mengontrol diri kita sendiri.”
 
Ia juga menyarankan untuk tidak melakukan olahraga secara ekstrem. “Saya pernah baca artikel, ketika kita olahraga terlalu ekstrem itu sama berbahayanya dengan tidak olahraga sama sekali. Jadi harus balance antara istirahat, nutrisi, dan olahraga. Saya pun sekarang kalau kurang tidur, tidak melakukan olahraga yang terlalu berat,” ucapnya.
 
Menurut Rory, untuk menjaga agar olahraga dan pekerjaan tetap seimbang hal pertama yang diperlukan adalah niat. “Kalau ada niat, itu pasti ada alokasi waktu. Misalnya bisa olahraga setiap pagi atau malam hari saja, itu harus dilakukan dan konsisten. Kalau saya misalnya, gym seminggu bisa 4-5 kali, tenis seminggu sekali, kick boxing seminggu sekali,” terangnya,

Pentingnya riset mendalam 

Pria yang menyukai makanan pepes ini mengaku tubuh yang sehat tersebut membuat dirinya bisa menjalankan aktivitasnya dengan baik, salah satunya adalah memandu acara Prime Talk Metro TV. Dalam memandu program tersebut, Rory mengatakan bahwa melakukan riset merupakan kunci utamanya.
 
“Karena sudah terbiasa, saya tidak akan siaran tanpa melakukan riset mendalam. Ini pentingnya riset mendalam karena kadang-kadang kita tergoda hanya membaca saja, tetapi saya memang tidak bisa hanya dengan membaca saja,” ujar Rory.
 
Rory mengatakan bahwa dirinya harus membaca dan mencatat sedalam mungkin dari berbagai aspek, kemudian membuat rangkuman setiap akan melakukan siarannya tersebut. “Setiap hari saya membuat rangkuman, dari situ saya membuat list pertanyaan. Biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk mengumpulkan semua bahannya,” ucapnya.
 
Program Prime Talk Metro TV sendiri menurut Rory sangat cocok bagi audiens yang ingin mengetahui sebuah berita secara mendalam.
 
“Kita tidak bisa mengonsumsi berita hanya dari apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar. Ada hal-hal yang kita perlu tahu, dari menggali narasumber, menggali news maker, nah Prime Talk menyediakan pemahaman lebih mendalam dan mengkritisi sebuah berita. Prime Talk disini adalah medium untuk memahami secara mendalam dan menyeluruh terhadap suatu event atau peristiwa,” ungkapnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif