Perokok Lebih Rentan Terkena Flu?
Kebiasaan merokok tak hanya dapat menyebabkan penyakit kronik, tetapi juga membuat lebih rentan terkena penyakit ringan. (Foto: Ilya Gorborukov/Unsplash.com)
Jakarta: Kebiasaan merokok tak hanya dapat menyebabkan penyakit kronik, tetapi juga membuat lebih rentan terkena penyakit ringan. Sebuah penelitian dari Yale menemukan bahwa perokok cenderung lebih mudah terjangkau virus biasa dibandingkan mereka yang bukan perokok. 

Berdasarkan penelitian tersebut, respons pertahanan tubuh kita terhadap stres oksidatif dalam bentuk asap rokok mematikan pertahanan antiviral. Akibatnya, sel-sel hidung lebih rentan terhadap virus. 

Pada dasarnya, tubuh memusatkan semua upaya untuk melawan efek buruk asap rokok. Namun, dalam proses tersebut, gagal melawan virus juga yang membuat virus flu biasa tumbuh lebih baik.


Lapisan saluran napas pada dasarnya melindungi dari virus dan zat berbahaya lainnya yang memasuki saluran udara.

(Baca juga: Merokok Tingkatkan Risiko Kehilangan Pendengaran)


(Kebiasaan merokok tak hanya dapat menyebabkan penyakit kronik, tetapi juga membuat lebih rentan terkena penyakit ringan. Sebuah penelitian dari Yale menemukan bahwa perokok cenderung lebih mudah terjangkau virus biasa dibandingkan mereka yang bukan perokok. Foto: Alex Alexander/Unsplash.com)

"Ketika ada dua tekanan yang berbeda, saluran napas Anda sedang mencoba untuk menangani jenis stres lain. Meskipun bisa beradaptasi, saluran menjadi rentan terhadap infeksi rhinovirus," ujar pemimpin studi Ellen Foxman. 

Rhinovirus adalah penyebab utama infeksi flu, pernapasan akut dan asma, tetapi terkadang tak muncul gejala apapun.

Beberapa orang, bagaimanapun, rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus flu biasa.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan mengapa gejala umum flu dan virus flu lebih parah pada perokok dibandingkan non-perokok. 

Kesimpulan yang didapat adalah perokok lebih berisiko terhadap beberapa jenis penyakit seperti kanker, penyakit paru-paru dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). 

Peneliti utama Jack A Elias, MD, Profesor Kedokteran Waldermar Von Zedtwitz mengatakan bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa perokok tidak mendapat masalah karena mereka tidak dapat membersihkan atau melawan virus, tetapi karena bereaksi berlebihan terhadapnya. 






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id