Paparan Sinar Biru Berlebih dari Gawai Dapat Menyebabkan Penyakit Penuaan

Sri Yanti Nainggolan 11 Agustus 2018 15:41 WIB
kesehatan
Paparan Sinar Biru Berlebih dari Gawai Dapat Menyebabkan Penyakit Penuaan
Paparan Sinar Biru Berlebih dari Gawai Dapat Menyebabkan Penyakit Penuaan (Foto: shutterstock)
Jakarta: Berbagai penelitian telah menunjukkan efek pancaran sinar biru pada gawai dapat memengaruhi pola tidur dan kesehatan secara keseluruhan.

Sinar biru sebagai panjang gelombang adalah sumber yang baik di siang hari untuk meningkatkan perhatian, suasana hati, dan waktu reaksi, tetapi hal sebaliknya pada malam hari.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa sinar biru dari perangkat digital mempengaruhi retina  dan memicu penyakit yang berkaitan dengan usia, yaitu degenerasi makula.


Degenerasi makula pada dasarnya adalah kematian sel fotoreseptor di retina. Akibatnya, terjadi kehilangan penglihatan yang signifikan bagi orang-orang di usia 50-an atau 60-an. Sel-sel tersebut membutuhkan molekul yang disebut retina untuk merasakan cahaya dan mengirim sinyal ke otak.

Menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports tersebut, paparan mata terhadap sinar biru menyebabkan retina menghasilkan molekul kimia beracun di sel fotoreseptor.

"Paparan cahaya biru terus menerus terjadi, dan kornea mata dan lensa tidak dapat memblokir atau memantulkannya," kata Ajith Karunarathne, penulis studi dan asisten profesor di University of Toledo di Amerika Serikat.

"Bukan rahasia bahwa sinar biru merusak penglihatan melalui retina mata. Eksperimen kami menjelaskan bagaimana ini terjadi, dan kami berharap ini mengarah pada terapi yang memperlambat degenerasi makula, yang merupakan jenis penurunan mata baru," tambah Karunarathne.

Untuk percobaan, Karunarathne dan timnya menempatkan molekul retina ke jenis sel lain di dalam tubuh, seperti sel kanker dan sel jantung. Ketika terkena sinar biru, jenis sel tersebut mati sebagai akibat dari kombinasi dengan retina. Namun, sinar biru saja atau retina tanpa sinar biru tidak berpengaruh pada sel.

Para peneliti juga menemukan bahwa alpha tocoferol, turunan dari Vitamin E yang bertindak sebagai antioksidan alami di mata dan tubuh, dapat menghentikan sel-sel dari kematian. Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan untuk melawan retina dan sinar biru juga berkurang.

 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id