Sejumlah upaya tepat harus dilakukan, karena nyamuk demam berdarah bisa saja menghinggapi rumah yang bersih. (Foto: Laura Lee Moreau/Unsplash.com)
Sejumlah upaya tepat harus dilakukan, karena nyamuk demam berdarah bisa saja menghinggapi rumah yang bersih. (Foto: Laura Lee Moreau/Unsplash.com)

Cara Tepat Cegah Demam Berdarah pada Anak

Rona demam berdarah
Sunnaholomi Halakrispen • 15 Februari 2019 09:03
Jakarta: Fisik anak lebih rentan terkena penyakit dibandingkan tubuh orang dewasa. Apalagi, soal demam berdarah. Sebelum terdeteksi penyakit itu, sebaiknya orang tua melakukan upaya pencegahan terhadap anaknya.
 
"Kalau anak belum terkena demam berdarah, pakaikan anak dengan pakaian lengan panjang dan celana panjang. Itu untuk menghindari terkena nyamuk demam berdarah," ujar Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A (K) dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta kepada Medcom.id.
 
Sebaiknya, pakaikan pakaian berwarna terang. Sebab, nyamuk lebih menyukai pakaian berwarna gelap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengoleskan losion anti nyamuk juga bisa menjadi alternatif yang tepat. Namun, pakaikan losion yang khusus untuk kulit bayi atau anak-anak. 
 
"Bisa juga dengan menempelkannya di baju untuk menghindari nyamuk menghinggap di tubuh bayi," tuturnya.
 
Apabila anak Anda tinggal di rumah atau sering berada di area yang dihinggapi banyak nyamuk, Anda dapat mengantisipasinya dengan memasangkan kelambu. Intinya, Anda harus menjaga anak Anda dari gigitan nyamuk.
 
(Baca juga: Waspada Gejala Demam Berdarah pada Anak)
 
Cara Tepat Cegah Demam Berdarah pada Anak
(Sejumlah upaya tepat harus dilakukan, karena nyamuk demam berdarah bisa saja menghinggapi rumah yang bersih. Foto: Dan Gold/Unsplash.com)
 
Sejumlah upaya itu tepat untuk dilakukan, karena nyamuk demam berdarah bisa saja menghinggapi rumah yang bersih. Lantaran, lingkungan sekitar rumah Anda memiliki pengaruh.
 
"Walaupun rumah bersih tetap lingkungan sangat berpengaruh sekali karena penyebarannya melalui nyamuk," papar Dr. Jo.
 
Cegah penularan DBD
 
Sementara itu, dr. Robert Soetandio, SpA, M.Si.Med dari RS Awal Bros Tangerang menyatakan bahwa orang tua sebaiknya turut berperan mencegah penularan DBD dengan mengendalikan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Supaya dapat memutus rantai penularan penyakit.
 
"Dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yaitu menguras penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali barang bekas," imbuh dr. Robert.
 
Selain itu, World Health Organization (WHO) menganjurkan pemberian vaksin Dengue pada negara dengan tingkat hewan penyebar virus dengue lebih dari 70 persen. Vaksin ini dapat diberikan kepada anak usia 9 -16 tahun.
 
"Diharapkan dengan pemberian vaksin dengue menurunkan angka kematian 50 persen dan angka kesakitan 20 persen pada tahun 2020," pungkasnya. 
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif