Pihak Kemenkes melakukan deteksi tubuh para penumpang pesawata yang mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Pihak Kemenkes melakukan deteksi tubuh para penumpang pesawata yang mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Virus Korona tak Memengaruhi Pariwisata Indonesia

Rona virus korona Coronavirus virus corona
A. Firdaus • 24 Januari 2020 17:18
Jakarta: Merebaknya Virus Korona asal Tiongkok tentu membuat khawatir wisatawan. Baik yang datang dari Tiongkok masuk ke Indonesia maupun yang ingin berwisata ke Negeri Tirai Bambu.
 
Kendati demikian, Anggota Komisi X DPR, Esti Wijayanti menegaskan, kinerja pariwisata Indonesia tak terganggu dengan wabah Virus Korona.
 
"Saya pikir kendala-kendala seperti itu bisa diatasi, sebab saat ini kita tak lagi bicara sekian banyak wisatawan yang mengunjungi Indonesia, tetapi lebih kepada nilai atau pendapatan yang bisa diberikan kepada masyarakat melalui devisa," ujar Esti melansir Antara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Paradigma baru tersebut kini telah diaplikasikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Paradigma yang dimaksud adalah tak lagi menghitung kualitas kunjungan turis, melainkan kuantitas untuk Indonesia.
 
Esti tak menampik, kalau Virus Korona sedikit banyak memang akan berpengaruh terhadap kunjungan wisman dari Tiongkok ke Indonesia. Namun yang perlu dijadikan pertimbangan menurutnya, masih banyak negara lain yang berpotensi lebih besar menyumbangkan pendapatan di sektor pariwisata untuk Indonesia.
 
"Bukan berarti wisman Tiongkok tidak penting, tapi berdasarkan data-data terakhir, besaran yang dibelanjakan di Indonesia didominasi wisman dari negara-negara Eropa," tuturnya.
 
Sebelumnya, pemerintah melalui Kepala Staf Presiden, Moeldoko, menyebut telah melakukan langkah antisipasi beredarnya virus tersebut ke Indonesia. Yaitu beberapa bandara mendeteksi orang-orang yang masuk ke Indonesia, khususnya dari luar negeri.
 
"Nanti ada perlakuan khusus kalau memang ada indikasi yang bersangkutan," ujar Panglima TNI ini.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif