Syaraf terjepit parah dapat menyebabkan jaringan parut di daerah yang terkena atau kerusakan saraf permanen. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Syaraf terjepit parah dapat menyebabkan jaringan parut di daerah yang terkena atau kerusakan saraf permanen. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Ini Sebab Saraf Terjepit di Pinggul

Rona kesehatan
Sunnaholomi Halakrispen • 05 Juli 2020 06:00
Jakarta: Saraf mengirimkan sinyal nyeri. Artinya, ketika ada masalah dengan saraf, gejalanya bisa sangat tidak nyaman. Masalah umum ialah ketika saraf ditekan atau 'dicubit' oleh tendon, ligamen, atau tulang di dekatnya.
 
Ketika saraf terjepit terjadi, sinyal saraf menjadi memburuk, tertekan, atau terganggu oleh tekanan, iritasi, atau gesekan. Dikutip dari Medical News Today, kondisi ini dikenal secara medis sebagai radiculopathy. Dilansir dari laman resmi Kemenkes, radikulopati adalah keadaan di mana terjadi kerusakan pada akar saraf di sekitar area tulang belakang.
 
Di pinggul, saraf terjepit dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, seperti membakar di pinggul, paha, atau selangkangan. Juga menyebabkan nyeri tumpul dan pegal di pinggul dan bokong. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, menyebabkan kesemutan, perasaan mati rasa di pinggul atau area bawah kaki. Kemudian, kelemahan atau kehilangan gerakan di pinggul dan kaki yang terkena.
 
Biasanya, rasa sakit atau mati rasa akan memburuk ketika seseorang bergerak. Saraf semakin teriritasi dan memburuk oleh struktur yang menekannya.

Penyebab syaraf terjepit

Syaraf terjepit dapat disebabkan oleh insiden kecil. Di antaranya, tidur dalam posisi yang tidak tepat, atau ketika terjadi peristiwa besar seperti kecelakaan.
 
Beberapa penyebab umum dari saraf terjepit di pinggul termasuk stres berulang pada pinggul, punggung, dan sendi di dekatnya. Seperti berjalan, berdiri, atau duduk dalam posisi tertentu untuk waktu yang lama.
 
Bisa juga karena tubuh terjatuh atau cedera olahraga yang dapat membuat otot dan persendian tidak sejajar. Kemudian, karena tidur dalam posisi yang memberi tekanan pada pinggul dan punggung. Atau karena fleksor pinggul yang terlalu ketat, yang mungkin disebabkan oleh olahraga tanpa peregangan sebelum dan sesudah aktivitas.

Kapan harus ke dokter?

Siapa pun yang mengalami sakit pinggul yang terjadi selama beberapa hari, harus segera konsultasi ke dokter setelah melakukan sejumlah upaya mandiri. Di antaranya, dengan beristirahat dan mengonsumsi obat-obatan penghilang rasa sakit.
 
Syaraf terjepit parah dapat menyebabkan jaringan parut di daerah yang terkena atau kerusakan saraf permanen, jika tidak dirawat. Juga, menyebabkan penyakit lainnya yang berhubungan dengan persendian. Syaraf terjepit di pinggul jarang serius, tetapi gejala yang menyakitkan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.
 
Dalam kasus yang lebih parah, dokter dapat merekomendasikan perawatan khusus untuk saraf terjepit. Misalnya, menjalani terapi fisik, injeksi steroid diberikan langsung di lokasi saraf terjepit, obat steroid oral.
 

(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif