Ilustrasi-Unsplash
Ilustrasi-Unsplash

Studi Terbaru: Obat Kutu Rambut Dianggap Bisa Sembuhkan Covid-19

Rona Virus Korona virus corona vaksin covid-19
Raka Lestari • 09 April 2020 17:09
Jakarta: Berdasarkan studi terbaru dari para peneliti di Australia, Ivermectin dapat menghentikan SARS-CoV-2, virus yang dapat menyebabkan covid-19 dari bereplikasi. Para peneliti melakukan uji laboratorium terhadap Ivermectin yang merupakan obat kutu rambut sebagai pengobatan yang mungkin untuk covid-19.
 
Penelitian tersebut dilakukan oleh para ilmuwan di Monash University Australia dan Doherty Institute. Pada beberapa penelitian sebelumnya, Ivermectin juga terbukti menghentikan virus lain seperti replikasi HIV, demam berdarah, influenza dan Zika.
 
Para peneliti menemukan Ivermectin memiliki efek pada SARS-CoV-2 setelah satu kali terpapar obat. Replikasi virus dapat dihentikan dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akan tetapi penelitian ini masih dalam tahap awal dan obat tersebut masih belum diuji pada pasien yang positif covid-19. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut, terutama mengenai dosis yang tepat dan metode yang bisa digunakan oleh pasien terinfeksi covid-19.
 
Dikutip dari South China Morning Post, Ivermectin adalah agen antiparasit yang ditemukan pada 1970-an dari kaldu fermentasi bakteri yang disebut Streptomyces avermitilis. Obat ini mulai digunakan pada 1980-an untuk menyembuhkan dan mencegah penyakit yang berkaitan dengan parasit pada manusia, hewan peliharaan dan ternak dengan cara kerja melumpuhkan parasit.
 
Di Australia, Ivermectin terutama digunakan secara topikal dalam krim dan lotion untuk kutu kepala. Obat ini tersedia juga dalam bentuk tablet untuk mengobati infeksi cacing gelang dan sebagai pengobatan sekunder untuk kudis dan rosacea, suatu kondisi kulit yang menyebabkan kemerahan pada kulit.

Apakah ada efek samping dan potensi bahaya?

Jika digunakan pada dosis yang direkomendasikan, Ivermectin pada umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Beberapa efek samping yang umum terjadi di antaranya adalah diare, mual, pusing dan rasa kantuk. Dan beberapa efek lain yang cukup jarang terjadi adalah kekurangan energi, sakit pada perut, konstipasi, muntah, tremor, ruam dan gatal pada kulit.
 
Ivermectin juga dapat menyebabkan kontraksi pada beberapa obat, seperti warfarin obat pengencer darah, atau memperburuk beberapa kondisi seperti asma. Menelan Ivermectin yang ditemukan dalam produk topikal untuk kutu kepala juga bisa sangat berbahaya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif