Destyo Usodo bercerita tentang pengalamannya menerbangkan WNI dari Tiongkok dalam evakuasi dari Wuhan, Tiongkok. (Foto: Dok. YouTube Media Indonesia)
Destyo Usodo bercerita tentang pengalamannya menerbangkan WNI dari Tiongkok dalam evakuasi dari Wuhan, Tiongkok. (Foto: Dok. YouTube Media Indonesia)

Pengalaman Kru Batik Air yang Bantu Evakuasi WNI di Wuhan

Rona Virus Korona Coronavirus virus corona
Kumara Anggita • 10 Februari 2020 07:19
Jakarta: Virus korona membuat Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Tiongkok harus dievakuasi dan kembali ke tanah air. Sebanyak 285 penumpang dan 25 kru pesawat menggunakan pesawat airbus A330 PK-LDY milik Batik Air menuju ke Batam dan dilanjutkan dengan pesawat TNI menuju Natuna.
 
Ketika banyak orang cemas melihat pemulangan WNI dari Tiongkok, Pilot Batik Air yang mengantar para penumpang WNI dari Tiongkok, Destyo Usodo justru merasa tenang-tenang saja. Ini karena dia berada bersama para WNI dan melihat situasi langsung.
 
Destyo bercerita bahwa seluruh yang terlibat evakuasi WNI dari Wuhan, Tiongkok masih menjalani observasi di Pangkalan TNI AU di Natuna, Kepulauan Nias. Mereka dipenuhi dengan aktivitas yang bisa mendekatkan satu sama lain. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Agak sedikit membosankan tapi karena kami di sini bisa bersosialisai bersama, berintegrasi antara kru Batik dan TNI AU, kita isi waktu untuk berolahraga, berinteraksi bersama saat makan siang, ada juga acara malam bernyanyi bersama-sama,” ujarnya dalam Video Media Indonesia. 
 
Dia pun mengaku bahwa dia terkejut ketika diminta untuk menjalankan tugas ini. Namun, melayani masyarakat adalah baguan dari tanggung jawabnya.
 
“Pertama-tama terkejut mendapatkan yang besar ini, tetapi kita sebagai karyawan Batik Air warga negara yang berbakti pada bangsa dan negara. Saya pikir apa pun hambatan atau halangan, keputusan berasama mengikuti atau melakasanakan perintah sesuai arahan dari atasan,” ungkapnya. 
 
Sebelum terbang pun, kesehatan semua kru dan WNI dipastikan dalam keadaan baik. Mereka diberikan vitamin agar menjaga kekebalan tubuh. 
 
Tak hanya kesehatan, Destyo juga menekankan bahwa mental harus dalam keadaan optimal. Dengan seperti itu, tubuh bisa semakin kuat melawan penyakit apa pun. “Juga tentunya pikiran harus tetap happy menjadi imun kekebalan bagi kita smua,” ujarnya. 
 
Sebanyak 18 kru Batik Air berangkat dari Jakarta pada Sabtu menuju bandara di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok. Pesawat bernomor penerbangan ID 8619 itu bertolak dari Wuhan menuju Batam, Kepulauan Riau pada Minggu.
 
Setiba di Batam seluruh penumpang dan kru pesawat diterbangkan menuju Natuna menggunakan beberapa pesawat TNI. Saat ini semua yang terlibat masih dalam observasi merasa sehat dan bahagia. 
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif