Waktu Terburuk untuk Makan (Foto: istock)
Waktu Terburuk untuk Makan (Foto: istock)

Waktu Terburuk untuk Makan

Rona diet
Dhaifurrakhman Abas • 18 Mei 2019 15:41
Jakarta: Banyak metode diet yang diterapkan untuk mempercepat proses pengurangan berat badan. Salah satunya dengan mengikuti anjuran pola makan ideal, mengonsumsi makanan yang tepat di waktu yang tepat.
 
Meski terlihat sepele, nyatanya banyak orang yang kelimpungan mengikuti anjuran tersebut. Alasannya lantaran pekerjaan di kantor yang tak kunjung kelar, atau disibukkan tugas-tugas yang menumpuk.
 
Alhasil, jadwal pola makan yang dianjurkan tidak terpenuhi dan menjadi berantakan. Sarapan terlalu siang, atau malah makan siang yang sudah masuk waktu sore. Dengan kata lain, program diet bisa menjadi nol manfaat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hubungan antara jadwal makan yang berantakan dengan kegagalan program diet pernah diteliti melalui studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition. Studi tersebut meneliti lebih dari 1200 orang-orang Spanyol yang mengalami kelebihan berat badan.
 
Peserta penelitian merupakan orang-orang yang tengah mencari solusi. Mereka mengaku program diet yang mereka lakukan gagal memangkas puluhan kilogram berlebih di tubuh mereka.
 
Setelah diteliti lebih lanjut, banyak ditemukan peserta studi yang gagal diet disebabkan pola makan mereka berantakan. Saking sibuknya bekerja, para peserta studi menjadi telat makan siang dan melakukannya setelah jam tiga sore.
 
Studi menyebutkan ini disebabkan efek protein perilipin yang tidak bekerja optimal ketika sore hari menjelang. Protein yang ditemukan dalam sel manusia ini diperlukan tubuh untuk memulai proses pembakaran lemak. Sehingga makanan yang masuk ke dalam tubuh ketika sore tidak terbakar dengan baik dan menggumpal di dalam perut.
 
Penelitian serupa juga pernah dipublikasikan dalam International Journal of Obesity pada 2013 lalu. Peneliti menyatakan dengan jelas bahwa orang yang makan siang setelah setelah pukul tiga sore menurunkan berat badan lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang makan sebelum waktu tersebut.
 
Menurut studi, ini berhubungan pada sensitivitas insulin manusia yang rendah saat sore hari. Sehingga mengonsumsi makanan ketika sensitivitas insulin rendah dapat membuat tubuh lebih sulit untuk memobilisasi dan membakar lemak.
 
Namun, para peneliti tidak menemukan hubungan antara kegagalan program penurunan berat badan dengan sarapan dan waktu makan malam yang berantakan. Barankali lantaran penelitian dilakukan di Spanyol, di mana orang-orang hanya mengoonsumsi sebagian besar kalori saat makan siang.
 
Lantas bagaimana mengatur waktu yang tepat untuk mengonsumsi makanan?
 
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard, makan di waktu yang sama setiap hari akan membantu menjaga keseimbangan antara waktu makan dan ritme sirkadian.
 
Waktu makan yang teratur juga dapat membantu tubuh mudah mengelola metabolisme, berat badan, penyakit terkait obesitas, dan siklus tidur. Jadi, ketika mencoba menurunkan berat badan, cobalah memilih sarapan dari pukul 6-10 pagi.
 
Kemudian konsumsi camilan 2 hingga 4 jam setelah sarapan sebelum mulai makan siang sebelum jam 3 sore. Kemudian isi lagi perut dengan camilan 2 sampai 4 jam setelah makan siang. Lakukan makan malam dari pukul 5 sore sampai 7 malam hari.
 
 
 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif