Bahaya Diskriminasi pada Kesehatan Wanita

Torie Natalova 22 Oktober 2018 06:00 WIB
kesehatan
Bahaya Diskriminasi pada Kesehatan Wanita
Diskriminasi, terutama bagi wanita dapat menyakiti mereka secara emosional, sosial dan ekonomi. (Foto: Kevin Grivere/Unsplash.com)
Jakarta: Diskriminasi, terutama bagi wanita dapat menyakiti mereka secara emosional, sosial dan ekonomi. Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Annals of Behavioral Medicine, para peneliti memeriksa apakah paparan wanita terhadap diskriminasi sehari-hari dapat memicu risiko penyakit kardiovaskular.

Penelitian melihat dalam data yang tercatat di Study of Women's Health Across the Nation terhadap lebih dari 2.100 wanita kulit putih, hitam, China, Jepang dan Hispanik.

Studi tersebut meminta para wanita untuk mendeskripsikan pengalaman sehari-harinya dengan diskriminasi seperti diperlakukan kurang sopan, menerima layanan yang lebih buruk, dan diabaikan atau dianggap tidak ada.


Studi juga melacak tekanan darah wanita, status hipertensi, lingkar pinggang dan indeks massa tubuh. Penelitian dilakukan setiap tahun selama lebih dari satu dekade.

Hasilnya, wanita yang sering mendapatkan paparan diskriminasi, setidaknya sering atau lebih mungkin mengalami peningkatan lemak tubuh dan tekanan darah tinggi dari waktu ke waktu. 

(Baca juga: Hal-hal yang Bisa Jadi Faktor Penyebab Tekanan Darah Tinggi)


(Diskriminasi, terutama bagi wanita dapat menyakiti mereka secara emosional, sosial dan ekonomi. Foto: Kinga Cichewicz/Unsplash.com)

Tetapi, tidak ada variasi dalam hubungan antara diskriminasi dan peningkatan tekanan darah ketika menyangkut ras atau etnis. Sayangnya, wanita berkulit hitam melaporkan tingkat tertinggi paparan diskriminasi sehari-hari yang mengakibatkan penambahan lingkar pinggang, indeks massa tubuh dan risiko hipertensi.

Selain memicu penyakit kardiovaskular, diskriminasi telah dikaitkan dengan tingkat diabetes yang lebih tinggi, masalah pernapasan, gangguan tidur, kelelahan di siang hari dan depresi.

Bagaimana ini bisa terjadi? Beberapa penelitian mengatakan, diskriminasi menambah tumpukan stres selain rasa takut, cemas dan tekanan. Saat stres kronis, hormon kortisol yang tidak sehat dilepaskan ke dalam tubuh dan ini sangat beracun.

Ketika kortisol tidak seimbang, ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan, libido menurun, sakit kepala, kecemasan, depresi, energi rendah, insomnia, masalah gula darah, haid tidak teratur, infertilitas, masalah usus, osteoporosis dan penyakit kardiovaskular. 






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id