Inilah yang mungkin Anda alami selama masa menunggu untuk hamil. (Foto: Pixabay.com)
Inilah yang mungkin Anda alami selama masa menunggu untuk hamil. (Foto: Pixabay.com)

Enam Hal yang Perlu Anda Ketahui Selama Menunggu untuk Hamil

Rona kesehatan
21 Februari 2019 14:33
Jakarta: Setiap pasangan ingin memiliki keturunan, dengan betapa gugupnya menantikan selama dua minggu antara ovulasi dan tes kehamilan yang tentunya bisa membuat stres.
 
Melansir dari Parents, menurut Helen Kim, M.D., Profesor Obstetri / Ginekologi dan Direktur Program Fertilisasi In Vitro dari University of Chicago, inilah yang mungkin Anda alami selama masa menunggu untuk hamil.
 
1. Anda akan merasa seperti sedang mendapat haid
Dalam kondisi menunggu hamil bisa dibilang cukup kejam. PMS maupun tanda awal kehamilan memiliki gejala yang hampir identik. Alasannya? Tubuh Anda sama-sama menghasilkan lebih banyak progesteron seminggu setelah ovulasi-baik karena Anda hamil atau tidak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Progesteron adalah hormon yang bertanggung jawab atas gejala PMS, seperti kembung, nyeri payudara, dan perubahan suasana hati. Jika Anda tidak hamil, Anda akan berhenti melepaskan hormon ini sekitar 10 hari setelah ovulasi.
 
Seiring gejala mereda, lapisan dinding rahim akan luruh dan Anda pun mengalami haid. Namun jika Anda hamil, Anda akan terus memproduksi progesteron dan mengalami gejala layaknya sedang PMS untuk waktu yang lebih lama.
 
(Baca juga: Stres Saat Ovulasi 37 Persen Turunkan Risiko Kehamilan)
 
2. Anda bisa mengalami pendarahan selain darah haid
Pendarahan dapat terjadi pada sekitar 30 persen kehamilan, yang bisa membuat Anda berpikir bahwa sedang mengalami haid.
 
Pendarahan ini terjadi di sekitar jadwal haid Anda atau beberapa hari lebih cepat saat sel telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim. Seperti sedang haid, tahapan ini menyebabkan pendarahan dan kram ringan.
 
Walau begitu, pendarahan ini cenderung ringan dan lebih pendek durasinya dan hanya mendapati bercak.
 
Bercak ini pun cenderung berwarna coklat muda atau hitam, bukan merah. Tapi jika Anda tidak mengalami pendarahan ini, jangan khawatir. Anda masih bisa hamil dan memiliki kehamilan yang sehat tanpanya.
 
Enam Hal yang Perlu Anda Ketahui Selama Menunggu untuk Hamil
(Dalam kondisi menunggu hamil bisa dibilang cukup kejam. PMS maupun tanda awal kehamilan memiliki gejala yang hampir identik. Alasannya? Tubuh Anda sama-sama menghasilkan lebih banyak progesteron seminggu setelah ovulasi-baik karena Anda hamil atau tidak. Foto: Pixabay.com)
 
3. Perlakukan diri Anda seperti Anda sedang hamil
Meskipun persentase kehamilan hanya ada sekitar 15 sampai 25 persen setiap bulannya (tergantung pada usia Anda), namun tetaplah penting untuk berpikir dan bertindak seperti sedang hamil sampai Anda mengetahuinya dengan pasti.
 
Dengan begitu, Anda akan menghindari alkohol, membatasi minum kopi satu sampai dua cangkir per hari, menghindari ikan yang tinggi merkuri, makanan laut, daging, unggas, dan telur yang masih mentah.
 
4. Pertahankan aktivitas fisik Anda
Olahraga adalah cara yang bagus untuk menghilangkan stres, dan stres turut memengaruhi kesuburan selama menunggu hamil. Namun, ini bukan waktu yang tepat untuk menjalani program olahraga baru atau intensif, yang dapat menimbulkan terlalu banyak tekanan pada sistem saraf Anda.
 
Aktivitas yang secara signifikan meningkatkan suhu tubuh inti Anda, seperti hot yoga atau heated spinning, dapat memengaruhi proses implantasi.
 
5. Konsultasikan dengan dokter kandungan
Jika Anda mengalami haid kurang dari 14 hari setelah ovulasi, itu bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang memengaruhi kemampuan Anda untuk hamil. Bisa jadi ini hanya karena salah perhitungan ovulasi, namun juga bisa disebabkan oleh cacat fase luteal.
 
6. Minum vitamin prenatal setiap hari
Sebenarnya, Anda sudah harus mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung 400 – 800 mikrogram asam folat sebelum mempersiapkan dan saat menunggu kehamilan.
 
Asam folat membantu mencegah cacat tabung saraf, dan mendukung perkembangan tabung saraf bayi Anda. Proses ini terjadi selama empat minggu pertama kehamilan.
 

Maria Fransiska
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi