Berdasarkan analisis Centers for Disease Control and Prevention’s National Center for Health Statistics, angka bunuh diri di Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan sebesar 33 persen sejak 1999. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Berdasarkan analisis Centers for Disease Control and Prevention’s National Center for Health Statistics, angka bunuh diri di Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan sebesar 33 persen sejak 1999. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Penelitian: Angka Bunuh Diri di AS Meningkat

Rona penelitian
Dhaifurrakhman Abas • 24 Juni 2019 15:17
Oren Miron seorang penulis studi memiliki dua teori penyebab bunuh diri yaitu penggunaan opioid, telah terbukti mendorong perilaku bunuh diri di kalangan pengguna narkoba dan anak-anak dan keluarga mereka. Tingkat penyalahgunaan narkoba dan overdosis yang tinggi baru-baru ini mungkin terkait dengan meningkatnya tingkat bunuh diri. Teori kedua, Miron menduga penggunaan media sosial mungkin berkontribusi pada meningkatnya angka bunuh diri. Ini terjadi terutama bagi kaum muda.
 

 
Jakarta: Angka bunuh diri di Amerika Serikat (AS) kian meroket. Bahkan angka bunuh diri saat ini lebih tinggi ketimbang saat Perang Dunia II.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melansir Jamie Ducharme dalam "U.S. Suicide Rates Are the Highest They've Been Since World War II" dalam Time, data federal menyebutkan banyak hal yang berkontribusi menyebabkan tingginya angka bunuh diri di AS.
 
Beberapa hal di antaranya adalah krisis opioid, penggunaan media sosial yang meluas, dan tingkat stres yang tinggi. Masih dari sumber yang sama, disebutkan 14 dari setiap 100.000 warga Amerika meninggal karena bunuh diri pada tahun 2017.
 
Berdasarkan analisis Centers for Disease Control and Prevention’s National Center for Health Statistics, angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 33 persen sejak 1999.
 
Angka bunuh diri saat ini juga tertinggi sejak perang dunia tahun 1942 lalu. Padahal saat itu masih terjadi fenomena depresi hebat yang menyebabkan tingginya angka bunuh diri di AS pada 1932.
 
"Saya tidak berpikir ada satu alasan pasti. Karena hampir tidak pernah ada satu pun yang menjadi penyebab orang bunuh diri," kata Jill Harkavy-Friedman, wakil presiden penelitian American Foundation for Suicide Prevention, sebuah organisasi nirlaba yang mendukung pencegahan bunuh diri.

Persentase laki-laki dan perempuan

Friedman bilang, sulit menerka hal yang menyebabkan seseorang berani mengambil tindakan bunuh diri. Karena saat ini bunuh diri terjadi di berbagai kelompok demografis dan tidak lagi sesuai dengan teori yang selama ini dipercaya publik.
 
Misalnya, secara historis, teori menyebutkan bahwa pria lebih mungkin bunuh diri ketimbang perempuan. Kata Friedman hal itu masih berlaku sampai pada tahun 2017. Berdasarkan data saat itu, tingkat bunuh diri pria tiga kali lebih tinggi daripada perempuan.
 
“Tetapi tingkat bunuh diri wanita meningkat lebih cepat sebesar 53 persen sejak 1999, jika dibandingkan dengan pria yang hanya 26 persen,” ujarnya.
 
Dia juga bilang, tingkat bunuh diri paling tinggi terjadi pada penduduk Indian dan Alaska yang merupakan suku asli Amerika. Jika dipecah berdasarkan kelompok usia, kematian bunuh diri yang paling banyak dilaporkan di antara orang berusia 45 hingga 64 tahun.
 
Penelitian: Angka Bunuh Diri di AS Meningkat
(Berdasarkan analisis Centers for Disease Control and Prevention’s National Center for Health Statistics, angka bunuh diri di Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan sebesar 33 persen sejak 1999. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
 
“Tetapi hampir setiap etnis dan usia kelompok kini mengalami peningkatan dari tahun 1999 hingga 2017,” ungkap Friedman.
 
Tapi, Friedman menduga stres dan kurangnya rasa aman yang melanda warga AS berkontribusi pada tingginya angka bunuh diri di AS. Apalagi bunuh diri dan stres menjadi masalah yang sering terkait dan terjadi pada remaja di negara Paman Sam.
 
“Dengan angka yang meningkat lebih cepat di antara anak laki-laki dan perempuan berusia 10 hingga 14 tahun dibandingkan kelompok usia lainnya,” beber dia.
 
Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang diterbitkan JAMA pada 18 Juni lalu. Studi menemukan bahwa tingkat bunuh diri remaja berada pada titik tertinggi mereka setidaknya sejak tahun 2000.
 
Penelitian yang diterbitkan jurnal JAMA tidak mengidentifikasi penyebab remaja bunuh diri. Akan tetapi Oren Miron, yang merupakan penulis studi memiliki dua teori penyebab bunuh diri. Teori yang dia beberkan mirip seperti apa yang dikatakan Friedman.
 
“Penggunaan opioid, telah terbukti mendorong perilaku bunuh diri di kalangan pengguna narkoba dan anak-anak dan keluarga mereka. Sehingga tingkat penyalahgunaan narkoba dan overdosis yang tinggi baru-baru ini mungkin terkait dengan meningkatnya tingkat bunuh diri. Epidemi opioid dapat membahayakan kesehatan mental seluruh komunitas,” kata Miron.
 
Adapun pada teori kedua, Miron menduga penggunaan media sosial mungkin berkontribusi pada meningkatnya angka bunuh diri. Ini terjadi terutama bagi kaum muda.
 
"Kami tahu bahwa sekarang ini media sosial digunakan di usia yang lebih muda dan lebih intensif. Kami juga melihat beberapa aplikasi baru yang memungkinkan lebih banyak anonimitas, yang pada gilirannya memungkinkan lebih banyak intimidasi dan lebih banyak anak berbicara tentang bunuh diri tanpa diketahui orang tua mereka," ujarnya.
 
Penggunaan media sosial juga menyebabkan kaum muda jadi lebih sedikit berinteraksi dengan keluarga dan teman yang seharusnya menjadi pelindung ketika mereka diintimidasi orang tak dikenal.
 
Dengan kurangnya interaksi, para pemuda itu merasa semakin tak ada teman untuk melimpahkan unek-unek (perasaan yang terpendam tentang kekecewaan, kesedihan, dan sebagainya) yang mereka rasakan dan menyimpan masalahnya sendirian di dalam benak.
 
“Untuk itu, kami mendorong mereka untuk berinteraksi dan memercayai teman atau anggota keluarga. Jika terbesit rasa ingin bunuh diri, Anda juga bisa berbicara kepada penyedia layanan kesehatan,“ tandas Miron.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif