Dalam menindaklanjuti penanganan diabetes, peran lingkungan sekitar turut diperlukan. (Foto: Pexels.com)
Dalam menindaklanjuti penanganan diabetes, peran lingkungan sekitar turut diperlukan. (Foto: Pexels.com)

Pentingya Pendekatan Individual pada Pasien Diabetes

Rona diabetes
Raka Lestari • 12 November 2019 11:00
Jakarta: Berdasarkan hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes mengalami kenaikan dalam lima tahun terakhir dari 6,9 persen menjadi 8,5 persen. 
 
Salah satu penyebabnya adalah minimnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini. Maka dari itu, dibutuhkan edukasi yang tepat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
 
“Memang banyaknya pengobatan diabetes diawali dengan perubahan gaya hidup, yang diawali dari keluarga. Selain itu, pengelolaan diabetes juga tidak lepas dari bantuan keluarga. Pasien diabetes memerlukan support dari keluarga untuk mendapatkan pengobatan maksimal,” ujar Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo Sp.PD-KEMD, Koordinator Dalam Negeri PB Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), dalam acara konferensi pers dengan tema ‘Diabetes, Your Type’, di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, pengobatan pasien diabetes tidak cukup hanya berasal dari obat-obatan dan juga dokter yang mumpuni saja tetapi juga dari pasien itu sendiri. 
 
Pentingya Pendekatan Individual pada Pasien Diabetes
(Acara konferensi pers dengan tema ‘Diabetes, Your Type’, di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
 
“Pasien diabetes butuh pencerahan agar mereka tidak mogok melakukan pengobatan di tengah jalan karena pengobatan pada pasien diabetes itu sendiri harus dilakukan secara terus menerus.”
 
Prof. Dr. Agung Pranoto, dr., M.Kes., Sp.PD., K-EMD., FINASIM, Ketua Umum PB PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia) juga menambahkan, “Saat ini pengobatan di bidang diabetes sudah sangat maju. Namun peran pasien itu sendiri juga sangat dominan untuk mencapai keberhasilan pengobatan."
 
"Dokter dan provider kesehatan hanya sekitar dua persen saja dalam menyumbang keberhasilan pengobatan. Kalau pasiennya sendiri tidak mau berubah, percuma saja.”
 
Data Federasi Diabetes Internasional (IDF) Atlas 2017 mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara peringkat keenam di dunia dengan jumlah penderita diabetes usia 20 – 79 tahun sekitar 10,3 juta orang dan akan terus bertambah menjadi 16,7 juta orang di tahun 2045 di mana mayoritas penderitanya tinggal di daerah perkotaan.
 
Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD-KEMD, Sekretearis Jendral PB PERKENI juga mengatakan, “Dalam menindaklanjuti penanganan diabetes, peran lingkungan sekitar turut diperlukan sebagai upaya memberikan pengaruh positif terhadap pasien. Pasalnya, keberhasilan pengelolaan diabetes mandiri membutuhkan partisipasi aktif pasien, keluarga, tim kesehatan, masyarakat, dan pemerintah,” tutupnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif