Ketahui Pemicu Ruam Popok pada Bayi
Ruam popok juga umumnya terjadi pertama kali pada anak Anda saat mulai makan makanan padat. (Foto: Ciprian Sam/Unsplash.com)
Jakarta: Tak jarang si kecil ruam popok. Jika sudah begini, ia pasti rewel. Ternyata ruam popok merupakan peradangan pada kulit bayi yang tertutup oleh popok. Kulit yang tertutup popok ini menyebabkan ruam akibat adanya reaksi kulit terhadap urine dan feses.

Dan dilansir dari Babycenter, ada beberapa hal yang bisa memicu bayi Anda mengalami ruam pokok. Berikut penjelasannya.

1. Basah
Apabila urine bayi Anda bercampur dengan bakteri dari dalam tinja, ini akan rusak menjadi amonia, yang mengakibatkan kasar pada kulit.
 
Jika ia dibiarkan dalam popok yang basah dan kotor terlalu lama, cenderung mengembangkan ruam popok apalagi terhadap kulit bayi yang sensitif. Itulah juga sebabnya pada bayi yang sedang diare akan lebih mudah terkena ruam popok.


(Baca juga: 6 Cara Mengatasi Ruam Popok pada Bayi)


(Apabila urine bayi Anda bercampur dengan bakteri dari dalam tinja, ini akan rusak menjadi amonia, yang mengakibatkan kasar pada kulit. Foto: Jancko Ferlic/Unsplash.com)

2. Lecet dan sensitif terhadap kimia
Ruam pada si kecil juga bisa jadi akibat dari si kecil yang menggaruk kulitnya, terutama jika ia sensitif terhadap bahan kimia, seperti pewangi dalam diaper yang sekali buang atau terhadap detergen yang digunakan saat mencuci diaper (pada penggunaan diaper yang bisa dicuci). Ini juga bisa mengakibatkan ruam pada si kecil akibat perubahan tersebut yang dapat mengiritasinya.

3. Mencoba makanan baru
Ruam popok juga umumnya terjadi pertama kali pada anak Anda saat mulai makan makanan padat (MPASI) atau mencoba makanan yang baru. Nah, asupan tersebut bisa memengaruhi tinjanya.

Jika sebelum usia tersebut mengalami ruam popok padahal bayi hanya mengonsumsi ASI atau susu formula, kemungkinan penyebabnya adalah makanan yang dikonsumsi.

4. Infeksi bakteri atau jamur
Area tubuh (bokong, paha, dan alat kelamin) yang kerap bersentuhan dengan popok memiliki kondisi yang lembap dan hangat. Hal ini memudahkan kulit bagian tersebut rentan mengalami infeksi bakteri atau jamur.

Biasanya ruam popok memerlukan beberapa hari untuk sembuh. Jika ruam popok belum juga membaik, ada baiknya Anda oleskan obat dari dokter kulit untuk penanganan lebih lanjut atau hubungi dokter jika diperlukan.


Maria Fransiska






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id