Ada dua versi dari kondisi tersebut yaitu pendarahan hebat dan bercak. Keduanya bisa terjadi kapan saja selama kehamilan. (Foto: Pexels.com)
Ada dua versi dari kondisi tersebut yaitu pendarahan hebat dan bercak. Keduanya bisa terjadi kapan saja selama kehamilan. (Foto: Pexels.com)

Kenali Pendarahan Selama Kehamilan

Rona kehamilan
Torie Natalova • 21 Maret 2019 07:42
Pendarahan selama kehamilan dapat terjadi karena berbagai alasan. Ada dua versi dari kondisi tersebut yaitu pendarahan hebat dan bercak. Bercak minimal terjadi hanya beberapa tetes darah yang tidak melebihi dari noda kecil di celana dalam. Sedangkan pendarahan hebat menyebabkan aliran lebih banyak dan kuat.
 

 
Jakarta:
Pendarahan selama kehamilan adalah salah satu dari banyak komplikasi yang mungkin terjadi. 50 persen wanita memiliki bercak darah vagina di beberapa titik, namun ini tidak selalu berarti ada kelainan yang membahayakan bayi meskipun tetap harus diwaspadai ibu hamil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada dua versi dari kondisi tersebut yaitu pendarahan hebat dan bercak. Keduanya bisa terjadi kapan saja selama kehamilan. Bercak minimal terjadi hanya beberapa tetes darah yang tidak melebihi dari noda kecil di celana dalam. Sedangkan pendarahan hebat menyebabkan aliran lebih banyak dan kuat.
 
Pendarahan selama kehamilan dapat terjadi karena berbagai alasan, tergantung pada tahap di mana itu terjadi. Pendarahan selama trimester pertama biasanya karena penanaman embrio di dalam rahim. 
 
Bercak ringan dapat berlangsung selama beberapa hari terutama selama hari-hari di mana haid terjadi jika tidak ada kehamilan.
 
(Baca juga: Pendarahan saat Hamil Sebabkan Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah)
 
Kenali Pendarahan Selama Kehamilan
(Pendarahan selama kehamilan dapat terjadi karena berbagai alasan, tergantung pada tahap di mana itu terjadi. Foto: Pexels.com)
 
Namun, pendarahan di trimester pertama bisa juga disebabkan oleh kehamilan ektopik yakni ketika sel telur ditanam di luar rahim, biasanya saluran tuba. Gejala yang menyertai pendarahan seperti rasa sakit parah di perut, mual dan pusing.
 
Penyebab pendarahan kedua yakni hubungan seksual dan seringkali menjadi penyebab paling umum. Seks tidak sebabkan cedera, pendarahan terjadi karena peningkatan sirkulasi darah di area genital wanita.
 
Pendarahan selama trimester dua dan ketiga bisa karena masalah serviks. Pendarahan pada tahap ini adalah gejala komplikasi, sehingga perlu untuk segera menemui dokter. 
 
Fibroid uterus atau tumor otot jinak mungkin juga menyebabkan pendarahan di tahap ini. Namun dalam beberapa kasus, ini tidak mengganggu kehamilan.
 
Plasenta previa yaitu kondisi ketika plasenta menempel dalam rahim tetapi dekat atau di atas pembukaan serviks. Kondisi ini biasanya sebabkan pendarahan yang tidak disertai nyeri. Penyebab lainnya yaitu infeksi vagina dan kelahiran prematur (sebelum minggu ke-37).
 
Apabila terjadi pendarahan, hindari penggunaan tampon selama kehamilan. Dalam kebanyakan kasus, istirahat adalah pengobatan terbaik untuk pendarahan selama kehamilan. 
 
Beberapa perawatan membutuhkan obat-obatan untuk mengobati pendarahan. Meskipun pendarahan umumnya tidak membahayakan, sangat penting untuk tetap konsultasi dengan dokter kandungan.
 
Dan beberapa rumah sakit yang bisa Anda kunjungi untuk berkonsultasi antara lain, Rumah Sakit Royal Taruma, Rumah Sakit MMC, RSCM - Kencana.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif