Imunoterapi untuk kanker merupakan sebuah standar terbaru bagi pengobatran kanker di Indonesia. (Foto: Dok. Medcom.id/Kumara Anggita)
Imunoterapi untuk kanker merupakan sebuah standar terbaru bagi pengobatran kanker di Indonesia. (Foto: Dok. Medcom.id/Kumara Anggita)

Imuno-Onkologi Tingkatkan Harapan Hidup para Penderita Kanker

Rona kanker
Kumara Anggita • 06 Februari 2020 10:57
Jakarta: Kanker adalah penyakit ketika pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh kemudian berubah menjadi sel kanker. Berdasarkan data Riskesdas, prevalensi tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. 
 
Dan cara yang digunakan untuk menyembuhkan kanker antara lain bedah, radiasi, kemoterapi, dan yang terbaru adalah imunoterapi. Imunoterapi bekerja dengan menggunakan sistem imun sendiri untuk membunuh sel kanker yang ada.
 
“Sel-sel imun kita berfungsi bagus. Sebetulnya kanker itu bisa disingkirkan. Malangnya kanker itu memiliki kemampuan untuk menghindar dari sistem imun. Sehingga sistem imun tak bisa mendeteksi bahwa itu adalah sel yang berbahaya,” ujar Prof. Siti Boedina, Direktur Senior Penanggung Jawab RSIA Bunda dalam diskusi media bertajuk 'Pendekatan Baru Pengentasan Kanker Baru' di Jakarta, Rabu, 5 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untungnya, dengan bantuan imunoterapi ini, deteksi sel yang berbahaya bisa terus dilakukan.
 
Berbagai jenis imunoterapi antara lain :
- vaksin kanker
- immunomodulator
- adaptive cell transfer (ACT) therapy
- immunoterapi pasif
- terapeutik
- profilaktik
 
Imunoterapi lebih unggul dibandingkan kemoterapi. Ini karena cara kerjanya pada kanker-kanker stadium awal yang belum menyebar tidak menimbulkan kerusakan jaringan tubuh lain seperti yang ditemukan di terapi lain. Imunoterapi akan lebih efektif digunakan pada stadium awal sebeleum kanker menyerah ke seluruh tubuh.
 
Pengobatani ini diberikan lewat infus dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dalam kerontokan rambut, sakit kepala parah, dan mual.
 
Merck Sharp and Dohme (MSD) sebagai perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang penelitian imuno-onkologi telah melakukan lebih dari 1.000 uji coba, termasuk lebih dari 600 uji coba yang menggabungkan imuno-onkologi dengan perawatan kanker lainnya.
 
Uji coba ini mencakup lebih dari 30 jenis tumor, termasuk kanker paru. MSD bermitra dengan peneliti onkologi di seluruh dunia untuk memahami bagaiman imuno-onkologi dapat meningkatkan harapan hidup dan manajemen parawatan kanker jangka panjang.
 
Menurut penelitian, angka harapan hidup lima tahun pasien yang menjalani terapi ini mencapai lima sampai enam kali lipat dibandingkan kemoterapi bahkan 15 kali lipat pada pasien uang merespons terapi dengan baik. Ini adalah angka harapan hidup yang baik untuk pasien dengan kanker paru.
 
Imunoterapi untuk kanker merupakan sebuah standar terbaru bagi pengobatran kanker di Indonesia yang dapat memperpanjang harapan hidup pasien dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Ini bisa menjadi salah satu pilihan.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif