Tidak ada pula bukti bahwa virus korona mempengaruhi kehamilan menjadi buruk. Namun perlu diingat bahwa kehamilan sendiri melemahkan sistem kekebalan tubuh. (Ilustrasi/Pexels)
Tidak ada pula bukti bahwa virus korona mempengaruhi kehamilan menjadi buruk. Namun perlu diingat bahwa kehamilan sendiri melemahkan sistem kekebalan tubuh. (Ilustrasi/Pexels)

Apakah Wanita Hamil Perlu Khawatir dengan Virus Korona?

Rona Virus Korona Coronavirus
Kumara Anggita • 11 Februari 2020 14:04
Jakarta: Tak ada ibu yang mau menularkan penyakit pada bayinya. Bahkan kalau perlu mereka berkorban asalkan sang buah hati bisa lahir dalam keadaan selamat dan juga sehat.
 
Akhir-akhir ini para ibu hamil jadi banyak yang khawatir mengingat virus korona sedang marak di seluruh dunia. Ditambah awal Februari ini baru saja muncul kabar dari BBC bahwa ada seorang bayi baru lahir 30 jam dengan berat badan  3,25 kg di Wuhan yang dinyatakan terjangkit virus korona.
 
Dilansir dari Parents, sebelum Anda panik, sadarilah bahwa tidak ada bukti bahwa 2019-nCoV bisa tertular melewati plasenta. Bayi yang baru lahir ini mungkin tertular penyakit ini setelah lahir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, tidak ada pula bukti bahwa virus korona mempengaruhi kehamilan menjadi buruk. Namun perlu diingat bahwa kehamilan sendiri melemahkan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, Anda yang sedang hamil perlu ekstra memproteksi diri.
 
“Virus korona adalah suatu kondisi di dunia masih belum kita ketahui. Yang pasti angka morbitas, komplikasi, dan mortalitas akan lebih tinggi saat individu itu dalam keadaan lemah misalnya pada orang tua, atau orang dengan tambahan penyakit yang imunitasnya rendah,” ujar Dr. Ivan Rizal SpOG saat dihubungi Medcom.
 
Hal yang perlu dilakukan oleh para ibu hamil untuk menghindari penyakit ini sama dengan apa yang dilakukan orang sehat pada umumnya. "Misalnya mengurangi kontak langsung dan proteksi diri dengan menggunakan masker, menjaga stamina, minum air dan vitamin yang cukup,” ujarnya.
 
Berdasarkan rekomendasi WHO, sebelum Anda menggunakan masker pastikan tangan dalam keadaan higienis. Anda bisa menggunakan alkohol atau mencucinya dengan sabun dan air mengalir.
 
Saat masker menempel di wajah Anda, jangan sentuh-sentuh permukaan depan. Kalau sudah terlanjur menyentuhnya, langsung cuci tangan Anda dengan alkohol atau sabun dan air.
 
Menjaga higienitas tangan pun juga menjadi hal yang utama saat melepaskan masker. Jangan lupa, Anda harus langsung membuangnya di tempat sampah yang tertutup.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif