Kenali 6 Tanda Prediabetes
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Beberapa penyakit mungkin menunjukkan gejala yang jelas pada tubuh seseorang. Tapi, 90 persen orang khususnya di Amerika tidak mengetahui bahwa dirinya miliki gejala prediabetes.

Prediabetes adalah saat gula darah Anda di atas normal tapi tidak dalam kisaran yang akan dianggap diabetes. Gula darah normal kurang dari 110 mg/dl. Sedangkan orang dengan diabetes memiliki angka gula darah sebesar 126. Jika angka gula darah Anda di antara kedua angka tersebut, maka Anda masuk dalam kategori prediabetes.

Biasanya, sulit untuk mengetahui kondisi tersebut karena tidak menimbulkan gejala apapun. Tes darah adalah satu-satunya cara
untuk mendeteksi prediabetes.


Namun, ada beberapa pola tertentu yang bisa membantu Anda mendeteksi prediabetes. Ini adalah beberapa gejala serta pemicu
prediabetes yang paling sering terjadi.

1. Bagian perut lebih gemuk

Membawa kelebihan lemak terutama di bagian tengah tubuh Anda meningkatkan kemungkinan Anda akan menjadi resisten terhadap
insulin, yang merupakan faktor utama mengembangkan diabetes. Kelebihan berat badan membuat stres pada pankreas untuk menghasilkan insulin yang cukup dan ini akan mempersulit insulin yang dihasilkan untuk menjalankan tugasnya.

2. Kulit berubah warna

Beberapa orang mungkin akan menunjukkan gejala prediabetes seperti rasa haus berlebih atau sering buang air kecil. Sebagian
orang juga akan memiliki tanda diabetes lainnya seperti perubahan warna kulit. Beberapa orang dengan prediabetes mungkin
memilki tanda-tanda resistensi insulin seperti kulit gelap di ketiak atau di bagian belakang dan sisi leher.

3. Sering makan makanan manis

Jika Anda menyadari bahwa Anda terlalu sering makan makanan manis, sebaiknya waspadai gejala prediabetes. Tak hanya membatasi makan permen atau minuman manis, nasi putih, pasta, roti putih dan kentang dapat mengacaukan berat badan dan kadar gula darah Anda.

4. Kurang gerak

Aktivitas fisik rutin dapat membantu tubuh menggunakan insulin lebih efektif, sehingga Anda akan mengurangi risiko prediabetes serta diabetes.

5. Pernah mengalami masalah gula darah di masa lalu

Wanita yang didiagnosis dengan diabetes gestasional selama kehamilan sebenarnya tidak dapat kembali normal setelah
melahirkan. Anda memiliki peningkatan risiko prediabetes dan diabetes di kemudian hari, jika melahirkan bayi yang besar.

6. Sulit tidur

Bila Anda tidak dapat tidur dengan baik atau ideal, Anda dapat mengacaukan sistem tubuh dengan cepat. Gangguan tidur dapat
memicu risiko prediabetes dan mengacaukan kadar gula darah Anda.




 



(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id