Studi: Makanan Laut Baik untuk Mempercepat Pembuahan

Sri Yanti Nainggolan 25 Mei 2018 11:05 WIB
kehamilan
Studi: Makanan Laut Baik untuk Mempercepat Pembuahan
Makanan laut merupakan sumber protein dan nutrisi penting lainnya bagi wanita hamil. Namun, kekhawatiran tentang merkuri telah menyebabkan beberapa wanita menghindarinya. (Foto: Heather Mount/Unsplash.com)
Jakarta: Bagi Anda yang sedang berusaha memiliki anak, cobalah perbanyak konsumsi makanan laut. Sebuah studi seperti dilansir dari Thehalthsite.com, menemukan bahwa makanan laut mendorong gairah seksual sehingga memperbesar kemungkinan untuk hamil. 

Studi yang dipublikasi dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism tersebut menunjukkan bahwa 92 persen pasangan yang konsumsi makanan laut lebih dari dua kali seminggu mengalami pembuahan setelah setahun, di bandingkan 79 persen pasangan yang lebih jarang mengonsumsi makanan laut.

"Studi kami menunjukkan bahwa makanan laut memiliki banyak manfaat reproduksi, termasuk memperpendek waktu untuk hamil dan lebih banyak aktivitas seksual," ujar peneliti Audrey Gaskins dari Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston.


Studi tersebut meneliti 500 pasangan untuk melihat adanya hubungan antara asupan makanan laut dan waktu untuk hamil. Para partisipan mencatat asupan makanan laut dan aktivitas seksual dalam jurnal harian. 

(Baca juga: Fakta Mengejutkan Tentang Kehamilan)


(Studi yang dipublikasi dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism tersebut menunjukkan bahwa 92 persen pasangan yang konsumsi makanan laut lebih dari dua kali seminggu mengalami pembuahan setelah setahun, di bandingkan 79 persen pasangan yang lebih jarang mengonsumsi makanan laut. Foto: Kelly Sikkema/Unsplash.com)

Menurut para peneliti, hubungan antara makanan laut dan waktu yang lebih cepat untuk kehamilan tidak sepenuhnya disebabkan oleh aktivitas seksual yang lebih sering karena ada faktor biologis lainnya yang berperan. Beberapa diantaranya adalah kualitas air mani, ovulasi atau kualitas embrio.

Makanan laut merupakan sumber protein dan nutrisi penting lainnya bagi wanita hamil. Namun, kekhawatiran tentang merkuri telah menyebabkan beberapa wanita menghindari ikan ketika mencoba untuk hamil.

Di satu sisi, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Autism tidak menemukan bukti untuk mendukung klaim bahwa merkuri pada ikan terkait dengan perkembangan autisme atau sifat autistik pada bayi baru lahir.

"Hasil kami menekankan bahwa pola makan tak hanya bergantung pada wanita tetapi juga pria. Kami juga menyarankan agar keduanya lebih banyak mengonsumsi makanan laut untuk manfaat kesuburan maksimum," simpul Gaskins.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id