Salah satu respons dari Human Initiative, pengobatan gratis kepada warga terdampak kabut asap. (Foto: Dok Human Initiative)
Salah satu respons dari Human Initiative, pengobatan gratis kepada warga terdampak kabut asap. (Foto: Dok Human Initiative)

Organisasi Kemanusiaan Beri Pengobatan Gratis ke Warga Terdampak

Rona kabut asap
A. Firdaus • 17 September 2019 16:14
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebutkan bahwa jarak pandang di Kota Pekanbaru, Riau meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Jika sebelumnya jarak pandang sempat 300 meter, namun pada saat ini jarak pandang sudah mencapai 1,5 kilometer.
 
Hal ini dikarenakan sebagian wilayah Pekanbaru telah diguyur hujan sejak Sabtu 14 September 2019. Meski demikian, sampai saat ini kabut asap pekat yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti wilayah Riau dan sekitarnya.
 
“Riau sudah menetapkan status siaga karhutla sampai 31 Oktober 2019,” ujar Gubernur Riau, Syamsuar dalam konferensi pers di Gedung Daerah Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Organisasi Kemanusiaan Dunia, Human Initiative telah bergerak cepat melakukan respons kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap di Pekanbaru. Salah satunya melakukan pertemuan dengan Pemda DKI Jakarta.
 
“Kemarin, Human Initiative dan Pemda DKI Jakarta telah melakukan briefing dan pelepasan Tim rescue yang akan diterjunkan langsung dari Jakarta untuk melakukan respons kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak kabut asap,” ujar Ferdiansyah selaku Public Relation Human Initiative.
 
Organisasi Kemanusiaan Beri Pengobatan Gratis ke Warga Terdampak
Tim Human Initiative Pekanbaru bersama relawannya telah melakukan respons sejak awal terjadi karhutla. (Foto: Human Initiative)
 
Sebelumnya, Tim Human Initiative Pekanbaru bersama relawannya telah melakukan respons sejak awal terjadi karhutla. Adapun respons yang telah dilakukan adalah berbagi masker, melakukan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Selain itu juga berkoordinasi dengan berbagai pihak yaitu BPPD, pemerintahan setempat (Kades), dan Puskesmas di lokasi terdampak.
 
Kota Pekanbaru yang menjadi salah satu wilayah terdampak kabut asap, telah menerima bantuan sebanyak 1.000 masker. Selain itu terdapat empat wilayah yang berada di Kabupaten Pelawan, yaitu Kecamatan Langgam sebanyak 126 orang telah menerima masker N95 dan 124 orang penerima layanan kesehatan dan pengobatan gratis.
 
Di Kecamatan Pelalawan sebanyak 203 orang juga telah mendapatkan masker dan layanan kesehatan dan pengobatan gratis. Tak berhenti di situ, sebanyak 376 orang di Kecamatan Kerumutan telah mendapatkan masker dan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis.
 
Organisasi Kemanusiaan Beri Pengobatan Gratis ke Warga Terdampak
 
Sebanyak 2000 masker juga telah dibagikan di Kec. Pangkalan Kuras. Sementara di Kota Dumai sudah dibagikan 1000 masker dan 500 masker yang telah dibagikan di Kabupaten Rokan Hilir.
 
Rencana respons lanjutan yang akan dilakukan oleh Human Initiative yaitu wilayah pinggiran Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kab. Kampar, dan Kab. Rokan Hilir.
 
Langkah selanjutnya yang dilakukan Human Initiative adalah, terus melakukan inisiatif-inisiatif emergency response dengan mengirimkan Tim Rescue, tim medis, obat-obatan, alat bantu pernafasan, seperti oxycan; masker biasa; serta masker N95 yang memang menjadi kebutuhan utama masyarakat terdampak kabut asap saat ini.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif