NEWSTICKER
Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian gagal ginjal kronis di antaranya adalah obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes melitus. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian gagal ginjal kronis di antaranya adalah obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes melitus. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronik

Rona kesehatan ginjal penyakit ginjal kronik
Sunnaholomi Halakrispen • 16 Maret 2020 13:43
Jakarta: Penyakit ginjal kronik (PGK), biasanya timbul secara perlahan dan sifatnya menahun. Berdasarkan Riskesdas (riset kesehatan dasar) 2018, empat dari 1000 penduduk di Indonesia menderita gagal ginjal.
 
Siapapun bisa terkena PGK. Namun, ada sejumlah faktor yang menjadi risiko orang terserang penyakit ginjal kronik. 
 
"Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian gagal ginjal kronis di antaranya adalah obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes melitus," ujar anggota Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2020 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, adanya riwayat keluarga penyakit ginjal, kelahiran prematur, dan trauma di daerah abdomen. Begitu juga ketika terdapat jenis penyakit tertentu.
 
Di antaranya, lupus, AIDS, hepatitis C, sindrom metabolik, infeksi sistemik, obesitas, dan penurunan massa ginjal. Risiko juga bisa terjadi pada orang dengan usia lanjut, yakni 65 tahun.
 
Perlu diperhatikan juga orang dengan kondisi autoimun sistemik, penggunaan obat nefrotoksik. Selain itu, pasien penyakit kardiovaskular, termasuk gagal jantung.
 
Sementara itu, berdasarkan hasil Riskesdas (riset kesehatan dasar) tahun 2018, proporsi penduduk usia lebih dari 18 tahun yang obesitas mencapai 21,8 persen. Angka tertinggi ialah di Provinsi Sulawesi Utara (30,2 persen) dan terendah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (10,3 persen). 
 
"Pada orang dengan obesitas, organ ginjal harus bekerja lebih berat, menyaring darah lebih banyak daripada normal untuk memenuhi tuntutan metabolik yang meningkat sesuai berat badannya," paparnya.
 
"Peningkatan fungsi tersebut dapat mengakibatkan kerusakan ginjal dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal kronis dalam jangka waktu yang lama," pungkasnya.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif