Dilema Makan Ikan: Kaya akan Protein, tetapi Rentan Mengandung Merkuri

13 September 2018 12:49 WIB
tips kesehatan
Dilema Makan Ikan: Kaya akan Protein, tetapi Rentan Mengandung Merkuri
(Foto: The Guardian)
Jakarta: Makanan laut atau seafood merupakan salah satu kuliner yang banyak diminati karena kenikmatannya setelah diolah.

Sajian dari kerang, cumi, ikan salmon, udang, dan sejenisnya pun dipercaya memiliki khasiat kesehatan karena kandungan protein dan omega 3-nya terutama bagi pertumbuhan anak-anak.

Di antara berbagai jenis makanan laut, ikan adalah yang paling membuat dilema. Pasalnya, di satu sisi ikan banyak mengandung protein tinggi, lemak sehat, dan omega 3 yang mampu mengurangi risiko sakit jantung dan Alzheimer. Namun, di sisi lain beberapa jenis ikan dikhawatirkan telah tercemar limbah merkuri dan berbagai polutan di lautan.


Beberapa pekan terakhir, media gencar memberikan imbauan kepada masyarakat agar untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan laut. Sebuah penelitian dari University of Michigan menemukan kaitan bahwa mengonsumsi ikan dapat meningkatkan gejala autoimun pada perempuan. Selain itu, para peneliti dari University of Michigan juga menemukan bahwa Yellowfin Tuna adalah ikan dengan kandungan merkuri tertinggi.

Lalu, bagaimana caranya agar kita tetap bisa memenuhi kebutuhan protein dan omega 3 tanpa khawatir dengan kandungan merkuri dan polutan dalam makanan laut? Seperti dikutip dari Time.com, berikut tips yang mungkin bisa menjadi solusi atas dilema memakan ikan:

1. Lanjutkan memakan ikan, tapi..

Ikan tentu tidak dapat langsung kita hilangkan dalam menu makanan sehari-hari. Namun, kita dapat menyiasatinya dengan mengatur waktu. Misalkan mengonsumsi makanan laut hanya 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Usahakan jangan memakan jenis makanan laut yang sama lebih dari 2-3 kali dalam sebulan. "Anda dapat memilih makanan laut yang bervariasi seperti udang, kepiting, salmon, scallop, ikan kod, ikan trout, mussel, halibut, dan tuna, tapi hindari memakan variasi yang sama dua kali dalam sebulan," ujar Timothy Harlan, Editor Drgourmet.com.

Variasi makanan dapat membantu mengurangi kadar merkuri dan polutan yang masuk ke tubuh kita karena setiap makanan memiliki kandungan merkuri dan polutan yang berbeda-beda.

2. Ketahui kandungannya

Bagi Anda yang memiliki ponsel pintar, Anda bisa mengunduh Monterey Bay Aquarium, sebuah aplikasi yang dapat Anda gunakan dalam menentukan jenis makanan laut yang Anda makanan. Aplikasi ini akan menyarankan Anda untuk memilih menu makanan seafood dengan kriteria best choice, good alternative, atau avoid. Dalam aplikasi tersebut juga terdapat super green list yang akan membantu Anda dalam memilih makanan laut. Super green list berisi jenis ikan apa saja yang baik untuk dikonsumsi dan tentunya dengan kandungan merkuri yang rendah. Dengan demikian, Anda tidak perlu khawatir dalam menikmati makanan laut. 



(DEV)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id