Apakah benar ada alergi durian? Simak jawaban dari para pakar di bawah ini. (Foto: Dok. Gliezl Bancal/Unsplash.com)
Apakah benar ada alergi durian? Simak jawaban dari para pakar di bawah ini. (Foto: Dok. Gliezl Bancal/Unsplash.com)

Bisakah Alergi Makan Durian?

Rona alergi
Sunnaholomi Halakrispen • 12 Juli 2020 08:00
Jakarta: Ketika Anda tidak bisa berjalan melewati kios buah tanpa melihat kotak diisi daging durian yang montok berwarna krem atau kuning, namun Anda ragu. Tapi bisa jadi masalah jika tubuh Anda menolaknya.
 
Disebutkan dalam laman Channelnewsasia, hal paling mengkhawatirkan tentang mengonsumsi makanan adalah ketika Anda alergi. Bahkan, dalam beberapa kasus menikmati durian, terjadi pembengkakan tenggorokan dan bibir yang berpotensi mengancam jiwa.
 
"Ada beberapa kasus yang diduga alergi durian selama musim durian. Namun, berdasarkan literatur penelitian, hanya ada satu studi yang meneliti alergi durian (kasusnya langka)," ujar Dr Benjamin Loh, dokter di DTAP Clinic Bencoolen, dikutip dari CNA Lifestyle

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kabar buruknya, kata Dr Loh, adalah mungkin untuk mengembangkan alergi terhadap durian di kemudian hari. Reaksi alergi terjadi ketika tubuh Anda salah mengartikan sesuatu yang tidak berbahaya (dalam hal ini, durian) sebagai sesuatu yang berbahaya dan bereaksi berlebihan, mengakibatkan gejala klasik seperti ruam tubuh, pilek, diare, muntah, maupun sesak napas.
 
Anda mungkin berpikir bahwa alergi terhadap durian merupakan kabar yang baru-baru ini terjadi. Akan tetapi, isu tersebut sebenarnya sudah lama muncul.
 
Dr Loh menjelaskan, tubuh Anda mungkin telah bereaksi seperti itu terhadap durian di masa lalu, tetapi itu adalah reaksi yang sangat ringan sehingga Anda tidak menyadarinya. Seiring waktu dan dengan paparan alergen yang sama berikutnya, tubuh menjadi peka dan bereaksi bahkan ketika terkena jumlah yang sedikit.
 
Lalu, apa yang ada di dalam durian yang memungkinkan menyebabkan alergi? Ahli gizi dan pendiri Aptima Nutrition & Sports Consultants, Jaclyn Reutens, mengatakan bahwa alergi muncul bisa karena kandungan sulfur dalam durian.
 
"Karena ada individu yang alergi terhadap sulfur. Selain senyawa sulfur, saya tidak melihat komponen lain dalam durian yang mungkin memicu reaksi apa pun," tuturnya.
 
Penggemar durian dapat mencoba setiap trik dalam buku untuk mengatasi alergi mereka. Beberapa mungkin mencoba untuk melawan reaksi dengan lebih banyak makan durian, dengan harapan desensitising tubuh mereka terhadap alergen. 
 
Sebagian orang lainnya mungkin memilih minum antihistamin sebelum makan durian. Apakah metode ini berhasil? Lalu, haruskah Anda mencobanya?
 
Pilihan yang terbaik adalah tidak melakukannya. Dr Loh mengatakan bahwa tidak ada yang tahu seberapa parah reaksi alergi Anda ketika terkena bahkan hanya sedikit durian.
 
Untuk alasan yang sama, tidak bijaksana untuk mengambil antihistamin. Kemudian Anda pun berharap alergi Anda terhadap durian bisa hilang begitu saja.
 
"Jika seseorang memiliki riwayat reaksi alergi parah terhadap durian, itu tidak dianjurkan. Tidak ada cara untuk memprediksi bagaimana reaksi alergi berikutnya akan terjadi, terutama ketika ada potensi reaksi alergi yang mengancam jiwa," pesan Dr. Loh. Jadi ada baiknya selalu konsultasikan kepada dokter spesialis Anda untuk hal ini.

 

(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif