Mabuk gula sering dialami di mana seseorang merasa sakit kepala setelah mengonsumsi makanan manis. (Ilustrasi/Pexels)
Mabuk gula sering dialami di mana seseorang merasa sakit kepala setelah mengonsumsi makanan manis. (Ilustrasi/Pexels)

Penyebab Seseorang Mengalami Mabuk Gula

Rona gula
Raka Lestari • 27 Agustus 2020 12:04
Jakarta: Mabuk gula atau sugar hangover mungkin istilah yang masih belum familiar bagi sebagian orang. Akan tetapi, hal ini merupakan fenomena yang cukup sering dialami di mana seseorang merasa sakit kepala setelah mengonsumsi makanan manis.
 
"Mabuk gula adalah fenomena nyata. Namun memang, namanya agak membuat banyak orang salah persepsi," kata Dr Scott Braunstein M.D., direktur medis Sollis Health, kepada Bustle.
 
Mabuk biasanya terjadi karena liver dan perut Anda mencoba untuk membersihkan alkohol dan produk sampingannya dari sistem Anda, sedangkan mabuk gula sedikit lebih sederhana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gula tidak menghasilkan produk sampingan beracun seperti asetaldehida, tetapi hal itu bisa memberikan sedikit masalah pada tubuh Anda. "Ketika kita berbicara tentang mabuk gula, kita sebenarnya hanya berbicara tentang naik turunnya gula darah kita saat kita memasukkan banyak glukosa ke dalam aliran darah," kata Dr Jaclyn Tolentino, D.O., seorang dokter di Parsley Health.
 
Menurut Dr Tolentino, mengonsumsi banyak makanan manis dengan cepat dapat menyebabkan fluktuasi cepat pada gula darah Anda, yang memengaruhi otak, tingkat energi, dan banyak fungsi tubuh lainnya. Termasuk jumlah insulin yang diproduksi tubuh Anda untuk memproses gula dalam jumlah banyak tersebut.
 
Insulin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk mengatur gula darah Anda setiap kali terlalu tinggi atau terlalu rendah. “Lonjakan insulin itu mungkin membuat Anda sedikit menjadi pemarah, dan menyebabkan sakit kepala, kelelahan, atau masalah perut,” kata Dr. Tolentino.
 
Meskipun demikian, mabuk gula bisa menjadi sesuatu yang sangat serius. "Pada beberapa orang yang lebih rentan, tubuh merespons lonjakan dengan memproduksi insulin dalam jumlah yang tidak proporsional," kata Dr Braunsteins.
 
Hal itu dapat menyebabkan gejala hipoglikemia, dimana terdapat terlalu banyak insulin dalam tubuh dan kadar glukosa darah Anda turun drastis.
 
“Gejala-gejalanya adalah sulit untuk fokus, berkeringat, gemetar, perubahan mood dan kelelahan,” kata Dr Braunsteins.
 
Dia menyarankan makan sedikit lebih banyak gula untuk meningkatkan gula darah Anda dari waktu ke waktu, sampai Anda merasa normal kembali. Jika ini sering terjadi, atau jika perasaan itu terus berlanjut, konsultasikan dengan dokter Anda.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif