Orang tua yang anaknya mengalami DBD jangan terlalu panik, karena Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A (K) menjelaskan tentang cara penanganan yang tepat oleh orang tua. (Foto: Ilustrasi. Dok. Jelleke Vanooteghem/Unsplash.com)
Orang tua yang anaknya mengalami DBD jangan terlalu panik, karena Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A (K) menjelaskan tentang cara penanganan yang tepat oleh orang tua. (Foto: Ilustrasi. Dok. Jelleke Vanooteghem/Unsplash.com)

Langkah Tepat Orang Tua Menangani Anak Terkena DBD

Rona demam berdarah
Sunnaholomi Halakrispen • 15 Februari 2019 16:09
Jakarta: Orang tua yang anaknya mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD) mungkin akan panik melebihi terkena penyakit lain. Sebab, penyakit tersebut berhubungan dengan darah.
 
Jangan terlalu panik, karena Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A (K) menjelaskan kepada Medcom.id tentang cara penanganan yang tepat oleh orang tua.
 
“Pertama, harus bisa menurunkan panas dan mencegah komplikasi akibat panas seperti kejang atau dehidrasi. Menurunkan panas bisa dengan paracetamol, asetaminofen, ibuprofen, dan sebagainya,” ujar Dr. Jo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menangani panas anak paling penting dilakukan dengan cara kompres air hangat. Cara tersebut dapat membuat tanda demam pada tubuh berkurang secara alami.
 
Selain itu, Anda juga sebaiknya mengupayakan anak Anda untuk mengonsumsi air putih. Karena, ada kemungkinan terjadinya pengentalan darah atau penurunan trombosit.
 
(Baca juga: Cara Tepat Cegah Demam Berdarah pada Anak)
 
Langkah Tepat Orang Tua Menangani Anak Terkena DBD
(Berikan si kecil air putih ketika si kecil terkena DBD. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)
 
“Kalau demam pada saat virus itu masuk, kemudian terjadi reaksi di pembuluh darah, terjadi pembukaan endotel cairan dalam pembuluh darah itu keluar dari tubuh, kemudian di dalam pembuluh darah itu terjadi kekurangan cairan bahkan mungkin kehilangan protein,” tuturnya.
 
Apabila kondisi tersebut dibiarkan terus menerus, dapat berisiko fatal. Bisa terjadi tekanan dalam pembuluh darah atau hipofolemik atau kekurangan volume darah.
 
Orang tua juga harus tetap memberikan asupan nutrisi melalui makanan sehat kepada sang anak.
 
Harus ada makanan yang mudah ditelan dicerna oleh anak dan mengandung banyak vitamin C, karena hubungannya dengan fragilitas pembuluh darah. Meskipun, ada kendala berupa anak mengalami mual, muntah, sehingga makanan sulit masuk dengan baik.
 
Namun, jika terasa sangat sulit untuk anak Anda mengonsumsi air putih atau cairan minuman lainnya dan makanan, Anda harus mengambil keputusan sigap. Langkah yang paling tepat ialah bawa anak Anda ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan infus.
 
“Harus mendapatkan infus karena cairan bisa terjaga dengan baik dan nantinya kekentalan darahnya tidak mengakibatkan penurunan trombosit. Untuk bisa pulih dengan baik anak juga harus mendapatkan istirahat dan gizi yang cukup,” pungkasnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif