Manfaat Olahraga Sebelum Operasi
Olahraga rupanya juga bermanfaat buat pasien yang akan menjalani operasi. (Foto: Arek Adeoye/Unsplash.com)
Jakarta: Sudah bukan rahasia bahwa olah raga bermanfaat bagi tubuh. Selain bisa meningkatkan kekuatan motorik, sistem respirasi, juga meningkatkan imun.

Tak hanya itu, olahraga rupanya juga bermanfaat buat pasien yang akan menjalani operasi. Hal itu bisa mencegah penyakit dan komplikasi pascaoperasi.

Apalagi, sebuah studi dari American College of Surgeons (2012) menyebutkan, terdapat 17 persen pasien terkena komplikasi pascaoperasi.


Studi tersebut memeriksa data rumah sakit dari 551.510 pasien yang menjalani operasi bedah di Amerika.

"Terutama untuk pasien yang lebih tua. (Mereka) cenderung memiliki komplikasi fungsional pascaoperasi. Seperti kesulitan dengan mobilitas, trauma dan masalah paru," kata Michael Englesbe, ahli bedah transplantasi University of Michigan, dikutip Washington Post.


(Olahraga rupanya juga bermanfaat buat pasien yang akan menjalani operasi. Hal itu bisa mencegah penyakit dan komplikasi pascaoperasi. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

(Baca juga: Alasan Anda Dilarang Makan dan Minum Sebelum Operasi)

Lantas, beberapa rumah sakit di Amerika membentuk program kebugaran yang wajib diikuti sebelum pasien menjalani operasi. Pihak rumah sakit percaya bahwa hal itu dapat membantu pasien memasuki operasi dalam kondisi terbaik.

"Seperti program pelatihan kebugaran yang mencakup komponen fisik dan mental," ujar Englesbe melanjutkan.

Pogram kebugaran tersebut berdampak baik buat pasien. Sebuah program praoperasi di Indiana University Health Center misalnya, secara drastis mengurangi infeksi yang didapat di rumah sakit pada pasien bedah. Hasil penelitian dimuat dalam "Laporan Bedah Oktober."

Program serupa yang dikembangkan di University of Michigan juga mengurangi durasi perawatan di rumah sakit, menurunkan biaya perawatan. Englesbe menuturkan program tersebut juga semakin diterima dengan baik oleh pasien.

“Analogi yang biasanya saya gunakan pada program ini adalah seperti persiapan perlombaan maraton (5K). Begitupun operasi. Jika tak ada persiapan, tentunya waktu dua jam (operasi) sangat sulit secara fisiologis pada pasien," tandasnya.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id