Gejala demam berdarah pada bayi hingga balita atau bayi lima tahun berbeda dengan gejala pada anak yang usianya lebih besar. (Foto: Pixabay.com)
Gejala demam berdarah pada bayi hingga balita atau bayi lima tahun berbeda dengan gejala pada anak yang usianya lebih besar. (Foto: Pixabay.com)

Waspada Gejala Demam Berdarah pada Anak

Rona demam berdarah
Sunnaholomi Halakrispen • 12 Februari 2019 19:09
Jakarta: Kondisi tubuh anak yang sensitif membuat anak rentan terserang virus yang kemudian berkembang menjadi penyakit, terlebih pada saat pancaroba. Apalagi, ketika anak terkena Demam Berdarah Dengue (DBD), mungkin Anda para orang tua, mendapatkan kesulitan menerka gejalanya.
 
“Gejala demam berdarah pada anak memang sedikit berbeda dengan orang dewasa. Yang terlihat paling dominan demam tinggi dengan panas mencapai 40 derajat celsius selama 2 - 7 hari, jadi sampai terjadi hiperpireksia,” ujar Dr. dr. Jo Edy Siswanto Sp.A (K) kepada Medcom.id.
 
Hiperpireksia ialah peningkatan suhu tubuh secara cepat di atas 38 derajat celsius. Gejala lainnya, terkadang terlihat bintik-bintik merah disertai rasa mual. Anak juga biasanya rewel. Bisa juga anak mengalami nyeri otot atau nyeri sendi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(Baca juga: Kenali Demam pada Anak untuk Penanganan yang Tepat)
 

(Gejala demam berdarah pada anak berbeda dengan orang dewasa. Foto: Pixabay.com)
 
Gejala demam berdarah pada bayi hingga balita atau bayi lima tahun berbeda dengan gejala pada anak yang usianya lebih besar. Anak berusia 5 - 15 tahun akan mengalami mual dan muntah. Selain itu, rasa sakit di bagian kepala juga bisa muncul.
 
“Pada anak lebih besar paling utama di panas, rasa mual yang hebat, nyeri kepala yang hebat. Biasanya di atas usia balita merasakan gejala nyeri sendi, antara 5 - 15 tahun menurut perkiraan saya,” tuturnya.
 
Menurut Dr. Jo, hingga kini belum ada data hasil riset mengenai fakta usia anak yang mengalami nyeri sendi paling dominan yang menjadi gejala demam berdarah. Sementara itu, bisa juga gejala perdarahan namun tidak menjadi gejala yang dominan.
 
“Bisa juga dengan mimisan tapi harus dibedakan pada anak-anak yang sering mengalami mimisan pada riwayat sebelumnya. Kemudian perdarahan gusi saat menyikat gigi, memar, dan bintik-bintik merah, itu yang paling utama,” papar Dr. Jo.
 
Kondisi tangan dan kaki anak yang dingin juga harus diwaspadai orang tua untuk melihat kemungkinan syok pada anak. Anda bisa lihat pada pergelangan nadi atau nadi di daerah perifer atau pinggir, seperti pada nadi atau pembuluh darah dari punggung telapak kaki.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi