Pentingnya Tes Alergi pada Bayi
Alergi yang tidak terdiagnosis dapat berbahaya pada bayi. Periksakan segera ke dokter. (Foto: Dakota Corbin/Unsplash.com)
Jakarta: Alergi bukanlah hal yang dapat diremehkan, terutama pada bayi karena bisa berakibat fatal. Jika anak Anda mulai menunjukkan gejala reaksi alergi, orang tua harus segera memeriksakan si kecil ke dokter anak. 

Menurut ahli alergi Sonal Patel, untuk bayi tanda pertama alergi mungkin adalah eksem. Ketika bayi mulai makan makanan padat dan memperkenalkan makanan baru, Anda dapat melihat reaksi langsung alergi seperti kemerahan, bengkak, atau kesulitan bernapas. 

Tanda-tanda lainnya bisa termasuk asma atau mengi. Sedangkan untuk anak-anak yang lebih besar, tanda alergi bisa seperti demam dengan sesak napas, rhinorrhea dan bersin-bersin. 



(Jika anak Anda mulai menunjukkan gejala reaksi alergi, orang tua harus segera memeriksakan si kecil ke dokter anak. Foto: Luma Pimentel/Unsplash.com)

(Baca juga: Hal-hal yang Bisa Mengurangi Pemicu Alergi)

Alergi yang menyebabkan ruam parah atau gangguan pernapasan memerlukan perawatan darurat. Tes alergi, baik dari makanan atau lingkungan dapat diuji dengan melakukan tes kulit atau tes darah. 

Bayi, memiliki area permukaan kulit yang lebih kecil sehingga tidak dapat diuji terlalu banyak alergen (pemicu alergi). Sehingga, beberapa dokter lebih memilih tes darah dibandingkan tes alergi pada kulit.

Alergi yang tidak terdiagnosis dapat berbahaya pada bayi, terlebih karena bayi tidak dapat mengatakan yang membuatnya tidak nyaman atau sakit. Jadi, sangat penting membawanya ke dokter jika menunjukkan gejala alergi.






(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id