menggoyangkan atau mengentakkan area persendian dapat bermanfaat bagi relaksasi otot tubuh ketika dilakukan dengan tepat. (Foto Ilustrasi: Quentin Keller/Unsplash.com)
menggoyangkan atau mengentakkan area persendian dapat bermanfaat bagi relaksasi otot tubuh ketika dilakukan dengan tepat. (Foto Ilustrasi: Quentin Keller/Unsplash.com)

Mengentakkan Leher ketika Pegal justru Sangat Berbahaya

Rona kesehatan
Sunnaholomi Halakrispen • 23 Januari 2019 09:07
Jakarta: Ketika leher merasa kelelahan dan pegal setelah beraktivitas, Anda mungkin gemar atau secara refleks melakukan entakkan pada leher Anda hingga terdengar bunyi 'krek'. Namun, tahukah Anda bahwa mengentakkan leher sangat berbahaya jika dilakukan dengan tidak tepat?
 
"Itu berbahaya. Karena saat gerakan tiba-tiba itu kita seolah melakukan gerakan memeras atau squeezing. Jadi si bantalan 'shockbreaker' itu kita terpelintir," ujar dr. Phedy, Sp.OT-K, di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin, 21 Januari 2019.
 
Kemudian, beban pada bantalan persendian leher Anda menjadi sangat tinggi bahkan bisa mencapai 7 kali lipat. Kasus terburuknya, sendi Anda bergeser. Apalagi, jika Anda melakukan tindakan itu sambil membungkuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika kita bungkuk, beban itu kan pindah ke depan. Jadi kita kasih beban yang sangat besar kepada bantalan itu dan beban itu diteruskan ke belakang. Di belakang dari bantalan itu persis adalah saraf," terang Dr. Phedy.
 
Pada kondisi itu, sangat memungkinkan untuk sendi bergeser, karena posisi bantalan persendian berpindah ke belakang dan menekan saraf Anda. Tindakan mengentak tidak hanya berbahaya untuk bagian leher, tetapi juga untuk persendian bagian tangan dan punggung.
 
Dokter spesialis ortopedi sub spesialis spine atau tulang belakang itu menjelaskan, menggoyangkan atau mengentakkan area persendian dapat bermanfaat bagi relaksasi otot tubuh ketika dilakukan dengan tepat. Anda dapat stretching secara perlahan.
 
"Lakukanlah dengan perlahan sampai maksimal, tapi bukan dengan dientak. Karena kalau kita lakukan dengan pelan-pelan, otot itu sudah menjaga. Harus hati-hati, ada yang pernah melakukannya dengan cepat dan tidak bisa kembali lagi, karena sendinya bergeser dan menyangkut," pungkasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi