Seks Wanita Hamil Tua dan Persalinan
Ketika waktu melahirkan semakin dekat, banyak wanita hamil mengaku bersedia mencoba apa saja untuk mempercepat kedatangan bayi mereka. (Foto: John Looy/Unsplash.com)
Jakarta: Ketika waktu melahirkan semakin dekat, banyak wanita hamil mengaku bersedia mencoba apa saja untuk mempercepat kedatangan bayi mereka.

Ada wanita hamil di trimester ketiga yang mencoba makanan pedas, banyak berjalan kaki, atau berhubungan seks. Namun, sebuah penelitian baru mengatakan berhubungan seksual tidak akan membawa Anda ke ruang bersalin lebih cepat.

Penelitian yang diterbitkan dalam Obstetrics and Gynecology ini diikuti 93 wanita di trimester ketiga kehamilan (minggu ke-37 ke atas).


Pada setiap kunjungan dokter mingguan, para wanita mengungkapkan apakah mereka berhubungan seks minggu sebelumnya dan menjalani pemeriksaan serviks. Kelompok yang aktif secara seksual (50,5 persen) melahirkan rata-rata 39,9 minggu, sementara mereka yang abstain melahirkan pada 39,3 minggu.

Jadi kelompok yang menahan diri dari seks sebenarnya memiliki bayi mereka lebih cepat daripada mereka yang melakukan hubungan seks, meskipun tidak dengan margin yang signifikan.

(Baca juga: Lanjut atau Berhenti, Melakukan Hubungan Seks Ketika Hamil)


(Ketika waktu melahirkan semakin dekat, banyak wanita hamil mengaku bersedia mencoba apa saja untuk mempercepat kedatangan bayi mereka. Foto: Kelly Sikkema/Unsplash.com)

Yang menarik, ada beberapa penjelasan biologis tentang klaim bahwa seks bisa mempercepat persalinan. Air mani mengandung hormon prostaglandin, yang dipercaya dapat melembutkan serviks dan mendorong kontraksi.

Tetapi penelitian baru ini menemukan tidak ada perubahan serviks yang lebih besar pada wanita yang aktif secara seksual, membantah efek seks ini pada induksi persalinan.

Satu penjelasan yang mungkin untuk temuan ini, menurut penulis penelitian, adalah bahwa wanita dapat terus aktif secara seksual jika merasa baik.

Wanita yang mengalami ketidaknyamanan perut yang lebih besar, tekanan panggul, atau peningkatan kontraksi cenderung tidak berhubungan seks, dan gejala tersebut dapat menjadi penanda untuk persalinan dini.

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara metode persalinan dalam dua kelompok, menurut penelitian. Juga, aktivitas seksual jangka panjang tidak berpengaruh pada kesehatan bayi yakni berat lahir, skor Apgar (nilai kondisi kesehatan bayi), atau kemungkinan dirawat di NICU.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id