Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Fakta Pasta, Bukan Makanan tanpa Nutrisi

Rona makanan sehat
Sunnaholomi Halakrispen • 29 Juni 2020 10:15
Jakarta: Pasta bisa dikatakan sebagai makanan yang banyak penggemarnya. Namun, makanan ini dicap sebagai nutrisi kosong oleh banyak pelaku diet dan detoksifikasi.
 
Tetapi, Apakah pasta buruk untuk tubuh? Dikutip dari WebMD, Ahli diet terdaftar di Amerika Serikat, Sally Kuzemchak, MS, RD, mengeluh tentang kejengkelannya. Ia geram dengan pernyataan orang bahwa makan makanan putih buruk untuk kesehatan.
 
Mereka menyiratkan bahwa makanan putih seperti pasta dan kentang kurang gizi dan memicu kenaikan berat badan. Hal itu tidak benar sepenuhnya bagi Sally, karena pasta dinilai tidak kosong secara nutrisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, pasta putih adalah butiran halus, yang berarti bahwa lapisan luar dari kernel gandum telah dilucuti dari beberapa komponennya. Tetapi, pasta putih tidak termasuk dalam kategori yang sama dengan makanan biji-bijian olahan, seperti donat dan kue. Pasta putih masih memiliki serat dan diperkaya dengan vitamin B dan zat besi.
 
"Dan jika Anda menginginkan lebih banyak serat, pilih pasta gandum utuh, yang mengemas sebanyak tujuh gram serat per sajian, itu sekitar sepertiga dari yang dibutuhkan wanita sepanjang hari," ujar Sally.
 
Selain itu, pasta tidak membuat gula darah Anda melambung. Sebab, pasta sebenarnya rendah pada Indeks Glikemik (GI), yang memberi peringkat seberapa banyak gula darah Anda naik setelah makan makanan yang berbeda.
 
Fakta Pasta, Bukan Makanan tanpa Nutrisi
Tabel kandungan nutrisi yang ada pada pasta. (Sumber: Healthline)

 
"GI pasta adalah antara 50-55, yang dianggap makanan Indeks Glikemik rendah dibandingkan dengan 70 untuk roti putih (yang dianggap tinggi)," tuturnya.
 
"Makanan glikemik rendah dianggap dimetabolisme lebih lambat dan menyebabkan fluktuasi kadar insulin yang lebih rendah, yang lebih baik untuk kesehatan (dan berat badan Anda). GI jelas bukan ukuran yang sempurna, tetapi itu menunjukkan bahwa pasta tidak menyebabkan gula darah melonjak dan jatuh seperti yang diyakini sebagian orang," tambahnya.
 
Sally memaparkan bahwa pasta bukanlah mimpi buruk bagi pelaku diet. Justru, pasta merupakan bagian dari Diet Mediterania, suatu pola makan yang telah ditunjukkan dalam banyak penelitian, memiliki manfaat kesehatan seperti pengurangan risiko penyakit jantung dan diabetes, serta berat badan yang lebih sehat.
 
"Dalam satu ulasan penelitian, Diet Mediterania, yang juga mencakup banyak buah-buahan dan sayuran, ikan, dan minyak zaitun, sama efektifnya dengan diet rendah karbohidrat dalam hal penurunan berat badan," paparnya.
 
Jika memerhatikan penampilannya, pasta cenderung berbumbu seperti krim. Namun, pasta bukan hanya tentang saus krim. Meskipun beberapa orang mengasosiasikan pasta dengan saus krim tebal dan tumpukan bakso, pasta sebenarnya merupakan pilihan yang sangat baik untuk semua jenis makanan sehat, seperti sayuran, kacang-kacangan, protein tanpa lemak, dan minyak yang menyehatkan jantung.
 
"Jika Anda menyukai pasta tetapi masih merasa waspada, pertahankan satu porsi yang ditambahkan sayuran panggang atau tumis dalam jumlah yang sama atau lebih besar, tuangkan satu atau dua sendok teh minyak zaitun, lalu tambahkan taburan parmesan dan bubuk cabai merah," pungkasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif