Para peneliti menemukan bahwa coronavirus atau virus korona baru tidak dapat mereplikasi pada tiga spesies umum nyamuk. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Para peneliti menemukan bahwa coronavirus atau virus korona baru tidak dapat mereplikasi pada tiga spesies umum nyamuk. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Studi: Virus Korona Tidak Mereplikasi pada Tiga Spesies Nyamuk

Rona Virus Korona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 02 Agustus 2020 10:00
Jakarta: Meskipun para ilmuwan belum menemukan bagaimana cara coronavirus baru (covid-19) melompat ke manusia, sebuah studi baru mengonfirmasi nyamuk tidak bisa disalahkan. Dengan kata lain, Anda tidak akan mendapatkan covid-19 dari gigitan nyamuk.
 
"Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah secara definitif menyatakan bahwa nyamuk tidak dapat menularkan virus, penelitian kami adalah yang pertama memberikan data konklusif yang mendukung teori ini," ujar penulis studi Stephen Higgs, dikutip dari WebMD.
 
Ia adalah direktur Biosecurity Research Institute (BRI) di Kansas State University di Manhattan, Kansas. Pada penelitian tersebut, diteliti nyamuk yang banyak berdekatan dengan manusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para peneliti menemukan bahwa coronavirus atau virus korona baru tidak dapat mereplikasi pada tiga spesies umum nyamuk, yakni Aedes aegypti, Aedes albopictus, dan Culex quinquefasciatus. Maka, tidak dapat ditularkan ke manusia.
 
Nyamuk Aedes aegypti adalah jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning, chikungunya, dan demam Zika.
 
Sedangkan nyamuk Aedes albopictus adalah nyamuk macan Asia atau nyamuk hutan, merupakan nyamuk asli daerah tropis dan subtropis di Asia Tenggara. Dan nyamuk culex quinquefasciatus adalah nyamuk rumah selatan yang ditemukan di daerah tropis dan subtropis.
 
Studi ini dipublikasikan baru-baru ini di jurnal Scientific Reports. "Saya bangga dengan pekerjaan yang kami lakukan di K-State untuk belajar sebanyak mungkin tentang hal ini dan patogen berbahaya lainnya," kata Higgs dalam rilis berita Negara Bagian Kansas.
 
BRI adalah fasilitas biosecurity level-3, dan peneliti di BRI telah menyelesaikan empat studi tambahan tentang covid-19 sejak Maret 2020.
 

(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif