Kumpulkan kebutuhan dasar Anda seperti air, makanan, susu untuk bayi. (Foto: AFP/Jung Yeon-je)
Kumpulkan kebutuhan dasar Anda seperti air, makanan, susu untuk bayi. (Foto: AFP/Jung Yeon-je)

Cara Bertahan Hidup ketika Terisolasi

Rona virus korona Coronavirus virus corona
Kumara Anggita • 29 Januari 2020 13:10
Jakarta: Saat ini kota Wuhan, Provinisi Hubei dilanda novel Coronavirus (nCov) atau virus Korona. Beberapa kendala terkait kebutuhan dasar, keamanan, kenyamanan dan lain-lain pun mulai datang. Hal ini terjadi karena warga lokal dan juga internasional terisolasi.
 
Tentunya ini bukanlah hal yang diinginkan. Namun bila Anda sudah terlanjur di dalamnya, ada beberapa hal yang bisa membantu Anda, keluarga, dan kerabat untuk tetap bertahan.

Berikut cara bertahan ketika terisolasi:

-Siapkan kebutuhan dasar

Kumpulkan kebutuhan dasar Anda seperti air, makanan, susu untuk bayi. Musibah semacam ini bisa membuat kota tak beroperasi seperti biasanya. Makanan yang merupakan kebutuhan dasar bisa tidak tersedia sama sekali.
 
“Pertama kita merujuk dari teori piramida kebutuhan Maslow. Pastikan sumber daya seperti makan tersedia untuk beberapa hari kedepan. Jadi dibutuhkan persiapan,” ujar Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi., Psikolog, dari Sahabat Kariib saat dihubungi Medcom.id.

-Ciptakan rasa aman

Perasaan takut bisa membuat keadaan semakin memburuk. Karena itu, Anda harus melakukan hal-hal yang bisa menenangkan psikologis Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kemudian, rasa aman adalah hal yang penting. Kalau dalam kasus ini. Penyebaran penyakit sangat besar terjadi. Untuk itu, kita bisa tidak berkontak langsung dengan banyak orang. Karena kita tak tahu mereka terkena virus atau tidak. Lalu lakukan upaya pencegahan yang sudah diinformasikan," terang Yulius.
 
"Misalnya cuci tangan habis pegang barang, jangan makan sembarangan dan lain-lain. Ini tujuannya membut rasa aman secara psikologis buat diri kita,” paparnya.

-Berhubungan dengan orang lain

Isolasi membuat Anda tak bisa bersosialisasi. Namun saat ini Anda sudah berada di era teknologi canggih. Saat hal ini terjadi, pastikan Anda terus terhubung dengan orang lain, terutama keluarga. Ini bisa mengurangi risiko depresi. Anda bisa berkomunikasi dengan menggunakan smartphone.
 
“Setelah itu kita butuh kontak dengan orang lain. Bila ini terbatas, kan sekarang sudah jaman teknologi. Kita bisa hubungi kerabat kita yang ada di luar, di kota lain yang bisa memberikan sedikit kebutuhan kita. Mereka bisa membantu kita dalam hal bersosialisasi yang hilang saat itu. Walaupun tak bertatap muka, ini bisa jadi subtitusi, tidak kosong-kosong banget,” jelasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif